Breaking News:

Satu Keluarga Tewas di Kalideres

Pengungkapan Kasus Kematian Sekeluarga di Kalideres Gunakan Dua Pendekatan Penelitian

Untuk ungkap kematian 4 mayat sekeluarga di Kalideres, Kombes Hengki Haryadi meneliti dengan pendekatan induktif dan deduktif.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dian Anditya Mutiara
Istimewa
Kombes Hengki Haryadi mengatakan, pihaknya melakukan dua pendekatan penelitian guna mengungkap motif serta penyebab kematian 4 mayat sekeluarga di Kalideres, Jakarta Barat. 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi mengatakan, pihaknya melakukan dua pendekatan penelitian guna mengungkap motif serta penyebab kematian 4 mayat sekeluarga di Kalideres, Jakarta Barat.

Dua pendekatan itu, kata Hengki, antara lain pendekatan induktif dan deduktif.

Pihaknya sangat berhati-hati dalam penyelidikan kasus tersebut.

"Jadi ini kita padukan keidentikkan antara penyelidikan induktif yang ada di TKP dengan deduktif yang di luar TKP," ujarnya, kepada wartawan pada Senin (5/12/2022).

Hengki menuturkan bahwa tiap temuan dan bukti yang didapat di tempat kejadian perkara (TKP) turut dianalisis secara hati-hati.

Baca juga: Sebelum HUT ke-73 Polda Metro Jaya, akan Diungkapkan Penyebab Kematian Sekeluarga di Kalideres

"Kita kan temukan bukti-bukti di mana ada keidentikkan keterangan saksi-saksi dari luar, terutama keluarga dekat tentang perilaku dari empat orang ini semasa hidupnya dan juga dari digital forensik dan bukti-bukti yang kita temukan di TKP. Misalnya buku lintas agama yang kita duga sebagai mantra," kata dia.

"Artinya di sini ciri-ciri empat orang ini yang selalu tertutup. Nah ini kan dianalisa secara psikologis dari psikologi forensik ini bisa mengarahkan kenapa empat orang ini tetap menutup diri dan dikaitkan dengan sebab-sebab kematian yang diteliti oleh kedokteran forensik," sambungnya.

Satu keluarga yang tewas di Kalideres diduga ingin mati dengan tenang tanpa buat keributan. Keputusan kematian itu diduga diambil dengan pikiran yang jernih. Dugaan penyebab kematian satu keluarga di Kalideres itu diungkapkan oleh Psikolog Forensik Reza Indragiri, Kamis (17/11/2022).
Satu keluarga yang tewas di Kalideres diduga ingin mati dengan tenang tanpa buat keributan. Keputusan kematian itu diduga diambil dengan pikiran yang jernih. Dugaan penyebab kematian satu keluarga di Kalideres itu diungkapkan oleh Psikolog Forensik Reza Indragiri, Kamis (17/11/2022). (Istimewa)

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya berencana akan melakukan konsolidasi bersama para ahli terkait kasus kematian empat orang sekeluarga di Kalideres, Jakarta Barat, Senin (5/12/2022) hari ini.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi mengatakan bahwa para ahli yang dilibatkan mulai dari kedokteran forensik hingga sosiolog agama.

Pertemuan dengan para ahli tersebut akan digelar pada siang hari ini pukul 13.00 WIB. Namun, tak dijelaskan di mana lokasi pertemuan itu.

Baca juga: Disamping Ibunda, Dian Febbyana Jadi yang Terakhir Tewas dalam Kematian Satu Keluarga di Kalideres

"Update penanganan kasus Kalideres hari ini kita akan konsolidasi bersama tim ahli, baik itu dari kedokteran forensik, psikologi forensik, termasuk pemeriksaan pada sosiologi agama, termasuk juga laboratorium forensik," kata Hengki, dalam keterangannya pada Senin.

"Jadi sekali lagi saya ulangi ya, hari ini jam 13 nanti kami akan melakukan rapat analisa dan evaluasi dengan tim ahli dari kedokteran forensik baik dari RS Soekanto dan RSCM UI, di mana kita sedang menunggu waktunya terkait dengan analis dari patalogi anatomi yang dilaksanakan oleh RSCM UI kami sedang tunggu hasilnya," sambungnya.

Atas hal itu, Hengki menuturkan bahwa kesimpulan kasus tersebut bakal disampaikan paling lambat dua hari mendatang.

"Dari psikologi forensik dan laboratorium forensik juga akan hadir dalam siang nanti. Mudah-mudahan dalam minggu ini kita bisa rilis akhir terhadap final hasil penyelidikan kami," ujar dia.

"Yang jelas hari ini kami akan konsolidasi. Dalam waktu dua hari ke depan kita akan rilis akhir dari proses penyelidikan kasus ini," lanjut Hengki. (m31)

 

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved