Pelanggaran Berat, Jalur Sepeda di Jakarta Pusat Dijadikan Tempat Parkir Kendaraan

Jalur sepeda tak dibolehkan dipakai sebagai lahan parkir untuk keperluan apapun, termasuk kegiatan keagamaan karena hal tersebut adalah pelanggaran.

Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah
Mobil terparkir mengular di Jalab Penjernihan 1, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Jalur sepeda tak dibolehkan dipakai sebagai lahan parkir untuk keperluan apapun, termasuk kegiatan keagamaan karena hal tersebut adalah pelanggaran. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANAH ABANG – Kepala Suku Dinas (Kasudin) Perhubungan, Wildan Anwar menegaskan, jalur sepeda tak diperbolehkan dipakai sebagai lahan parkir untuk keperluan apapun, termasuk kegiatan keagamaan.

Wildan mengatakan, penggunaan jalur sepeda sebagai lahan parkir merupakan pelanggaran dan sesuatu yang tidak dibenarkan.

"Kami tidak mengizinkan siapapun membuat lahan parkir di jalur sepeda, itu pelanggaran," tegas Wildan saat ditemui di kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2022).

Diketahui, jalur sepeda tersebut kerap dimanfaatkan sejumlah pihak sebagai lahan parkir. Seperti, acara keagamaan dan lain sebagainya.

"Sebetulnya dengan adanya jalur khusus sepeda, kami sudah mensosialisasikan kepada semua stakeholder, mall, gereja, agar kalau ada acara, cari lahan parkir yang tersedia," ujar Wildan.

Baca juga: Kenalkan SUV Tiggo Series ke Masyarakat, Chery Sales Indonesia Hadirkan Pop Up Showroom

Kepala Suku Dinas (Kasudin) Perhubungan, Wildan Anwar saat ditemui di kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin (5/12/2022).
Kepala Suku Dinas (Kasudin) Perhubungan, Wildan Anwar saat ditemui di kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin (5/12/2022). (Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah)

"Jadi kami imbau untuk gereja dan gedung-gedung lainnya agar sebisa mungkin tidak parkir di jalur tersebut," sambungnya.

Sementara itu, penelusuran Warta Kota terhadap sejumlah jalur sepeda di wilayah Penjernihan 1, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2022), nampak sisi kiri jalur sepeda ditutup oleh road barier.

Hal tersebut membuat beberapa pengguna sepeda dan pedagang gerobakan terpaksa mengalah. Kebanyakan dari mereka, memilih untuk melewati pinggir jalan raya besar, meskipun berisiko.

Salah satu petugas keamanan sekitar mengatakan, jalanan sepeda tersebut dipakai oleh jemaat gereja yang hendak melayat. Sehingga, dilakukan penutupan sementara. 

Baca juga: Ringankan Beban, UKM Sahabat Sandiuno Bantu Emak-emak dengan Bazar Sembako Murah

Akibatnya, sepanjang jalan tersebut dipenuhi mobil yang terparkir mengular. Bahkan, tak ada celah untuk pejalan kaki yang hendak lewat. 

Padahal, tak jauh dari lokasi tersebut, berdiri tegap rambu lalu lintas yang melarang adanya mobil atau motor melintas dan parkir di jalur hijau tersebut.

"Coba cari lahan parkir. Misalnya yang mau ibadah, bisa di Rumah Sakit (RS) Carolus, dan berbagai alternatif lainnya," jelas Wildan.

"Tetap tidak dibenarkan, kami tidak pernah memberi izin parkir di lajur sepeda. Itu menyumbat kendaraan lain," tegasnya. (M40)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved