Hary Tanoe Perintahkan RPA Perindo Bantu Lindungi Perempuan dan Anak, Terutama Rakyat Kecil

HT memerintahkan RPA Perindo membantu perjuangan perlindungan perempuan dan anak yang banyak terjadi pada rakyat kecil.

Editor: Yaspen Martinus
ISTIMEWA
Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) melantik pengurus organisasi sayap baru partai, Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Perindo, di Jakarta, Sabtu (3/12/2022). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT) melantik pengurus organisasi sayap baru partai, Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Perindo, di Jakarta, Sabtu (3/12/2022).

RPA Perindo merupakan organisasi baru sayap Partai Perindo, perwujudan komitmen dan kepedulian nyata Partai Perindo, dalam memperjuangkan perlindungan hak-hak kemanusiaan perempuan dan anak dari tindak kekerasan di Indonesia.

Indonesia saat ini masuk kategori darurat kekerasan seksual. Fokus kedua RPA Perindo adalah pendidikan bagi perempuan dan anak.

Baca juga: Hary Tanoesoedibjo Instruksikan Kader Partai Perindo Turun Tangan Bantu Korban Gempa Cianjur

"Perlindungan perempuan dan anak itu tentunya terhadap kekerasan. RPA Perindo sudah membuktikan nyata. Ada dua kasus selesai di pengadilan dan dimenangkan."

"Fokus RPA Perindo yang kedua adalah pendidikan bagi perempuan dan anak," kata HT, Minggu (3/12/2022).

HT menilai hal ini strategis sekali. Sebab, isu perempuan dan anak banyak sekali terjadi di Indonesia.

Baca juga: Elektabilitas Tembus 6,2 Persen, Hary Tanoesoedibjo: Perindo Harus Jadi Partai Besar

Bahkan, kekerasan fisik dan seksual banyak terjadi pada rakyat kecil dengan tingkat ekonomi lemah.

"Yang banyak terjadi itu di kelompok masyarakat yang kurang mampu, sehingga mereka tidak bisa apa-apa," tutur HT.

Oleh karena itu, HT memerintahkan RPA Perindo membantu perjuangan perlindungan perempuan dan anak yang banyak terjadi pada rakyat kecil.

Ketua RPA Perindo Jeannie Latumahina mengutarakan, Indonesia saat ini masuk kategori darurat kekerasan seksual.

Oleh karena itu, RPA Perindo diberi mandat oleh HT agar menjadi jawaban dalam perjuangan hak-hak perempuan dan anak di Indonesia melalui pendampingan, bantuan hukum, hingga pemulihan trauma bagi korban secara gratis.

Sejauh ini, kata Jeannie, RPA Perindo telah mendampingi dan melakukan mediasi terhadap 15 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan memenangkan dua kasus dengan ganjaran penjara maksimal, bahkan hingga belasan tahun dan denda miliaran.

"Dari 15 kasus tersebut, dua kasus sudah diselesaikan di pengadilan," terang Jeannie.

Jeannie memaparkan, tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia sering terjadi dalam rumah tangga.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved