Berita Nasional

Sambut Kawasan Industri, Luhut Minta Vokasi Bahasa Mandarin Tidak Hanya Dilakukan di Kaltara Saja

Luhut meminta agar vokasi bahasa mandarin diperluas, sehingga nantinya tidak hanya warga Kaltara saja tapi juga bisa dari luar. 

Editor: Feryanto Hadi
Biro Pers Setpres
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendukung adanya vokasi bahasa Mandarin 

WARTAKOTALIVE.COM--  Menko bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Panjaitan mendorong agar pendidikan vokasi Bahasa Mandarin bisa menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan saat menanggapi Pemkab Bulungan bersama PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) dan Universitas Kaltara yang secara resmi membuka program vokasi pendidikan bahasa mandarin. Pembukaan program vokasi itu diawali dengan penandatanganan naskah kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara tiga pihak tersebut. 

Kegiatan penandatanganan MoU itu dilakukan secara daring serta secara khusus disaksikan oleh Menko bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Panjaitan dan sejumlah pejabat Pemprov Kaltara dan Pemkab Bulungan di Gedung Gadis Kaltara, Kamis (1/12/2022), seperti dilansir Warta Kota dari Kontan.id. 

Luhut menyambut baik penandatanganan naskah kesepahaman MoU antara Pemkab Bulungan bersama PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) dan Universitas Kaltara yang resmi membuka program vokasi pendidikan bahasa Mandarin. 

Baca juga: Pelajar Islam Indonesia Desak Pemerintah Protes Pembangunan Pulau Pangkalan Militer China di LCS

"Kerja sama itu adalah langkah awal bagi Universitas Kaltara dalam mengembangkan perannya menyiapkan pendidikan yang berkesesuaian dengan kebutuhan kawasan industri, agar nantinya program vokasi itu dapat terus dikembangkan," kata Luhut B. Panjaitan sebagaimana keterangan pers, Minggu (4/12).

Dalam kesempatan itu, Luhut B. Panjaitan yang turut hadir secara daring juga meminta kepada PT KIPI ini programnya diperluas, sehingga nantinya tidak hanya warga Kaltara saja yang mahir bahasa Mandarin tapi juga bisa dari luar. 

"Jadi kami minta untuk PT KIPI program CSR-nya tidak di sektor pendidikan saja," ujarnya. 

Direktur Utama PT KIPI, Justarina Naiborhu yang hadir secara daring mengungkapkan kerja sama itu sangat diperlukan untuk peningkatan SDM di Bulungan. 

Baca juga: Citilink Operasikan Penerbangan Khusus Angkut Pelajar Indonesia ke Tiongkok untuk Lanjutkan Studi

"Kami sangat senang akhirnya dapat ditindaklanjuti terkait vokasi program Bahasa Mandarin. Sebagai investor ini adalah komitmen kami mengembangkan ekonomi, kemajuan ekonomi dan peningkatan kompetensi di bidang pendidikan," terangnya. 

Corporate communication PT KIPI, Melva Tiora Rubintang menambahkan, peserta yang lulus dari program pendidikan tersebut nantinya disiapkan untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri KIPI. 

"Hal ini sebagai bentuk komitmen sosial PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (PT KIPI) untuk memberdayakan tenaga kerja lokal di Bulungan, Kalimantan Utara," katanya. 

Adapun, Bupati Bulungan Syarwani yang juga hadir secara daring mengatakan, kerja sama tersebut adalah bentuk dari kolaborasi pemerintah dan sektor swasta. 

Menurut Syarwani, adanya program vokasi Bahasa Mandarin berarti masyarakat Bulungan memiliki peluang besar dalam menyambut kehadiran kawasan industri.

Pasalnya, memang penyiapan SDM dan peningkatan kapasitas di Bulungan dapat kita kolaborasikan secara bersama-sama. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved