Breaking News:

Berita Video

JEC Hadirkan Laser Mata ReLEX SMILE PRO Minim Resiko, Tanpa Rasa Sakit dan Hanya 10 Detik

Menggunakan prosedur robotik, sehingga prosesnya cepat dan nyaman, yakni hanya delapan sampai 10 detik saja.

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA BARAT – Eye care leader di Indonesia, Jakarta Eye Hospitals and Clinics (JEC) meluncurkan teknologi bedah refraktif terbaru berteknologi canggih untuk penderita mata minus dan silinder.

Layanan tersebut merupakan yang pertama di Indonesia. Menggunakan prosedur robotik, sehingga prosesnya cepat dan nyaman, yakni hanya delapan sampai 10 detik saja.

Hal itu sebagaimana yang disampaikan oleh Johan A Hutauruk selaku Presiden Direktur PT NSD / JEC Eye Hospital & Clinics, saat press conference di Auditorium Istiantoro RS Mata JEC, Jalan Kedoya Raya, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (3/12/2022).

"Sejak berdiri pada 1984, JEC berkomitmen untuk mendukung optimalisasi penglihatan dan kualitas hidup pasien," ujar Johan.

"Kami percaya, tujuan tersebut dapat dicapai dengan adanya kemudahan akses terhadap fasilitas kesehatan mata yang dapat diandalkan, termasuk dari segi kualitas layanan maupun kemutakhiran teknologi," lanjutnya.

Selain itu, di tempat yang sama, Setiyo Budi Riyanto selaku Direktur Utama JEC Kedoya, sekaligus Ketua Layanan Bedah Katarak dan Refraktif JEC Eye Hospitals & Clinics mengklaim, teknologi ini dapat membantu penderita gangguan mata agar terbebas dari kaca mata dan lensa kontak.

Termasuk, bagi penderita mata minus hingga tingkatan ke-10, dapat diatasi melalui layanan tersebut.

Menurutnya, ReLEx SMILE PRO merupakan inovasi yang mampu mengatasi ketakutan orang yang hendak melakukan laser mata terhadap efek samping dan resiko cedera operasi.

Pasalnya, teknologi tersebut hanya membutuhkan sayatan kecil berukuran 2-3 mm (untuk tindakan laser tanpa flap), sehingga pasien terbebas dari rasa sakit.

"JEC menjadi institusi kesehatan mata pertama di Indonesia yang memiliki teknologi bedah laser tercanggih ini," ujar Setiyo dalam sambutannya.

Setiyo menambahkan, waktu yang singkat tersebut dapat membantu pasien untuk mengurangi rasa kekhawatiran mereka saat tindakan bedah dilakukan.

"Setelah tindakan pun, pasien akan mendapatkan pemulihan pasca operasi yang mudah, termasuk dapat langsung beraktivitas seperti biasa esok harinya," jelas Setiyo.

Untuk informasi, Setiyo mengungkapkan ada sebanyak 88,4 juta orang secara global, yang menderita kelainan refraksi.

Adapun mata minus, menjadi salah satu jenis kelainan refraksi yang proporsiya terus mengalami peningkatan.

Setiyo menyampaikan, sedikitnya 40 persen dari populasi dunia atau sekita 3,3 miliar orang dipredikisi akan menderita miopia (rabun jauh) pada 2030 mendatang.

Bahkan, kata Setiyo, jumlahnya akan semakin bertambah hingga mencapai lebih dari setengah populasi dunia, yakni 4,9 miliar orang pada 2050.

Sehingga, kehadiran ReLEx SMILE PRO yang diinovasikan oleh JEC Eye Hospitals & Clinics, merupakan angin segar bagi penderita gangguan mata agar bisa kembali sehat seperti sedia kala. (M40)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved