16 Anak Disabilitas Melukis di Bus Transjakarta, Temanya Perempuan, Anak, dan Kota Jakarta

Sebanyak 16 anak penyandang disabilitas mendapat kesempatan melukis di bus Transjakarta.

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Lucky Oktaviano
Sumber: Instagram @dkijakarta
Salah satu dari 16 anak disabilitas tampak sedang melukis bus Transjakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (3/12/2022). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Nuri Yatul Hikmah

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR – Sebanyak 16 anak penyandang disabilitas mendapat kesempatan melukis di bus Transjakarta.

Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12/2022).

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menyambut Hari Disabilitas Internasional. Adapun yang menjadi tema lukisan ke-16 anak tersebut adalah perempuan, anak, dan Kota Jakarta.

Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan Toto selaku Outsider Art Jakarta sekaligus guru praktik 16 anak disabilitas tersebut.

"Kalau tokohnya bebas, hanya saja kami beri tema besarnya. Lalu nanti mereka bisa mengimplementasikan dengan kemampuan artistik mereka sendiri," ujar Toto kepada awak media, Sabtu (3/12/2022). 

Toto mengatakan, tak ada kesulitan bagi dirinya melatih para anak berkebutuhan khusus. 

Baca juga: Dinsos DKI Jakarta Pastikan Perlindungan Penyandang Disabilitas Sesuai Perda Nomor 10 Tahun 2011

Pasalnya, Toto menganggap hal itu merupakan tantangan bagi dirinya, bagaimana caranya bisa membangun komunikasi dengan mereka.

"Karena ini sebagian besar hampir semuanya murid saya, jadi saya sudah terbiasa sehari-hari dengan mereka. Sehingga dalam praktiknya, hampir tidak ada kesulitan," ujar Toto.

Toto menuturkan, tiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Sehingga, lama waktu latihannya juga berbeda-beda.

"Yang saya lakukan adalah menggali bakat terbaiknya. Jadi saya lihat kebiasaan dia, hobinya apa, dan kesukaannya menggambar apa," ujar Toto.

Baca juga: VIDEO PJ Gubernur Hadir di Acara Hari Disabilitas Internasional

"Lalu dari situ, saya kembangkan menjadi sebuah karya seni yang memang siap untuk dinikmati publik," sambungnya.

Toto mengaku, ini bukan kali pertamanya ia menjadi guru praktik para anak disabilitas.

Sebelumnya, ia juga pernah membawa sembilan anak disabilitas untuk melukis di badan bus Transjakarta.

Toto menyampaikan, ke-16 anak disabilitas tersebut, sebagian besar mengidap sindrom autisme.

"Semuanya termasuk dalam Neurodiversity. Jadi keberagaman pola berpikir," jelas Toto.

Baca juga: VIDEO Disnakertrans Pastikan Dua Persen dari Total Disabilitas Bakal Dapat Kerja

"Jadi sekitar 80 persen adalah anak dengan berkebutuhan khusus, seperti autisme, anak dengan kemampuan sensorik dan motorik, dan lain-lain," sambungnya.

Toto mengaku, ia sangat bangga dan bahagia tatkala melihat karya anak didiknya dipajang untuk berkeliling Kota Jakarta.

"Yang lebih membuat saya bahagia ketika orang tuanya (anak disabilitas) bisa melihat pencapaian anaknya dan bangga dengan karya anaknya," ujar Toto. (M40)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved