Peristiwa

Tengah khusyuk Salat Berjamaah, Imam Masjid di Bekasi Dianiaya Pria Depresi yang Jadi Jemaah

Terekam CCTV seorang imam masjid di Pondok Gede, Bekasi didorong dan dianiaya oleh jemaahnya. Diduga pelaku alami gangguan jiwa.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Desy Selviany

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Terekam CCTV seorang imam masjid di Pondok Gede, Bekasi didorong dan dianiaya oleh jemaahnya. Diduga pelaku alami gangguan jiwa.

Video CCTV imam masjid di Pondok Gede, Bekasi yang didorong dan dianiaya oleh jemaahnya viral di media sosial.

Pada CCTV tersebut terlihat awalnya imam masjid memulai salat berjamaah dengan khusyuk.

Baru salat dimulai, tiba-tiba saja seorang jemaah berkemeja batik yang berdiri persis di belakang imam tersebut menubrukan diri ke tubuh si imam salat hingga terpojok ke tembok.

Alhasil hal itu menimbulkan kegaduhan di tengah ibadah yang khusyuk tersebut.

Dikutip dari Wartakotalive.com, Kapolsek Pondok Gede, Kota Bekasi Kompol Herman Edco Wijaya mengatakan berdasarkan keterangan yang didapat jika pria paruh baya yang mendorong Imam Masjid saat melaksanakan salat di Pondok Gede terindikasi mengalami depresi.

"Motif sementara dari keterangan saksi ada gangguan depresi yang dialami oleh pelaku, tapi kami akan mendalami lagi," kata Kompol Herman Edco Wijaya, Jumat (2/12/2022).

Baca juga: Polisi Buka Suara Terkait Aksi Seorang Lansia Mendorong Imam Masjid di Pondok Gede

Herman Edco mengatakan jika pelaku berinisial SK (70) itu merupakan warga sekitar yang tinggal tidak jauh dari Masjid tersebut.

Bahkan menurut warga, korban sendiri sebenarnya juga sering menjalankan ibadah di Masjid itu.

"Dia (pelaku) Jemaah dari Masjid tersebut juga, masih warga sekitar. Informasi yang kita terima sebenarnya kejadian ini tadi malam dan pihak keluarga pelaku juga sudah meminta maaf," katanya.

Saat ini pihak Polsek Pondok Gede Kota Bekasi telah memanggil korban yaitu Ustad Sulaeman dan SK (70) pelaku untuk datang ke Polsek Pondok Gede guna menjalani klarifikasi atas kejadian semalam.

Herman pun tak menampik akan dilakukan langkah mediasi antara korban dan pelaku.

"Makanya ini, kita panggil dulu, kita buat laporan dulu. Nanti arahnya diproses lanjut atau mediasi setelah kita lakukan pemeriksaan," ucapnya. (JOS)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved