KB Financial Goup Korea Perkuat Komitmen ke Bank KB Bukopin Lewat Rencana Rights Issue

Rencana rights issue itu sudah mendapat persetujuan para Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu (30/11/2022) lalu.

Editor: Ichwan Chasani
Dok. KB Bukopin
Suasana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat KB Bukopin pada tanggal 30 November 2022 lalu. 

WARTAKOTALIVE.COM — Perusahaan raksasa keuangan dari Korea, KB Financial Group terus memperkuat komitmen ke PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bukopin) dengan memberikan penambahan modal melalui rights issue.

Rencana rights issue itu sudah mendapat persetujuan para Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 30 November 2022, di Kantor Pusat KB Bukopin

Didirikan sejak tahun 1963, KB Financial Group adalah grup bisnis keuangan terbesar di Korea dengan total aset USD 560,1 miliar.

Basis pelanggan mereka telah mencapai 70 persen dari populasi Korea.

Memiliki peringkat kredit tertinggi di antara bank-bank Korea, KB Financial Group juga dikenal sebagai entitas bisnis keuangan yang paling menguntungkan, solid, dan stabil.

Baca juga: Perempuan dan Anak-anak di Qatar Antre Pasang Tato Wajah Selama Piala Dunia 2022

Baca juga: Apersi Banten Peduli, Serahkan Bantuan Kemanusian kepada Korban Gempa Cianjur

Penambahan modal KB Bukopin tersebut, rencananya akan dilakukan melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT VII) dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) atau rights issue dengan menerbitkan saham baru seri B sebanyak-banyaknya 120 miliar lembar saham. 

Deputy President Director KB Bukopin, Robby Mondong mengatakan bahwa aksi korporasi tersebut merupakan upaya KB Bukopin dalam menjaga kecukupan modal sesuai regulasi dan mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan. 

“Dalam rangka menjaga daya saing yang sehat dan kuat di industri keuangan nasional maupun regional. Sehingga dapat memberikan nilai tambah baik kepada Pemegang Saham, karyawan, manajemen, serta kepada pemegang kepentingan yang lebih luas (stakeholder)” kata Robby Mondong dalam pernyataan resminya, Kamis (1/12/2022).

Adapun tingkat kecukupan pemenuhan modal minimum atau Capital Adequacy Ratio (CAR) KB Bukopin posisi September 2022 berada pada 17.59 persen (unaudited), telah sesuai dengan ketentuan PSAK 71. 

Sesuai dengan strategi KB Bukopin, kata Robby Mondong, untuk tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan, dibutuhkan tambahan modal untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan meningkatkan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Nasional.

Baca juga: Julian Jacob Lamar Mirriam Eka, Malah Didoakan Warganet Bercerai Jika Mereka Benar Menikah

Baca juga: Dipandu Oppa-oppa, Suporter Kroasia Joget Gangnam Style Jelang Laga Piala Dunia 2022

Sesuai dengan Keterbukaan Informasi yang telah dipublikasikan oleh KB Bukopin pada tanggal 24 Oktober 2022, PUT VII direncanakan dengan menerbitkan saham baru, yaitu Saham Biasa Kelas B sebanyak-banyaknya 120.000.000.000 (seratus dua puluh miliar) saham.

Jumlah saham yang akan diterbitkan tersebut, bergantung pada keperluan dana KB Bukopin dan harga dari pelaksanaan PUT VII.

Dengan adanya tambahan struktur modal baru, KB Bukopin semakin siap dan optimis dalam berkompetisi di layanan industri keuangan Nasional.

KB Bukopin2-2Des
Foto bersama usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat KB Bukopin pada tanggal 30 November 2022 lalu.

Target KB Bukopin selanjutnya adalah tetap konsisten dalam pengembangan bisnis terutama pada segmen SME dan Ritel, serta dukungan dari pengembangan digitalisasi TI maka dalam jangka menengah diharapkan pertumbuhan bisnis semakin menuju arah yang stabil untuk mencapai profitabilitas yang berkesinambungan. 

Sebelumnya KB Bukopin secara nyata mulai merealisasikan tujuan untuk menjadi bank yang bebas dari bad loan dan menjadi clean bank.

Baca juga: KLASEMEN Akhir Grup F Piala Dunia 2022: Maroko dan Kroasia Melaju, Belgia Angkat Koper

Baca juga: Ayu Thalia Dituntut 7 Bulan Penjara hingga Berharap Hukuman Ringan, Merasa Menyesal Kenal Anak Ahok

KB Bukopin pada akhir Juni 2022 telah melakukan transaksi penjualan Non-Performing Loan (NPL) dan kredit berisiko (Loan at Risk/ LAR) sebanyak 180 debitur dengan nilai Original Principal Balance (OPB) sebesar Rp 4,14 Triliun.

Rasio rentabilitas juga diharapkan dapat terus menunjukkan perbaikan seiring pertumbuhan kredit baru yang berkualitas dimana sampai dengan Juni 2022 pertumbuhan kredit baru mencapai lebih dari Rp 2,4 Triliun.

Adapun penggerak pertumbuhan kredit baru yang utama berasal dari segmen Komersial dan Retail dengan kontribusi masing-masing sebesar 42 persen dan 39 persen, sedangkan pada segmen MSME pertumbuhan kredit sebesar 19 persen. 

Segmen Komersial masih menjadi anchor pertumbuhan bisnis, optimalisasi partnership dari Korean link business dan Indo-Korean link business akan terus digencarkan oleh KB Bukopin.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved