Berita Video

VIDEO Bandar Narkoba Kampung Boncos Sulit Ditangkap Polisi, Ini Kendalanya

Meski sudah sering digerebek aparat kepolisian, bandar sabu yang ada di Kampung Boncos, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat masih berkeliaran bebas.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Miftahul Munir

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Meski sudah sering digerebek aparat kepolisian, bandar sabu yang ada di Kampung Boncos, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat masih berkeliaran bebas.

Bahkan saat penggerebakan berlangsung, Polisi sampai menerjunkan anjing pelacak untuk mengendus barang bukti sabu.

Sayangnya, anjing pelacak yang diterjunkan tak bisa menemukan barang bukti sabu yang disimpan oleh pengedar atau bandar.

Kapolsek Palmerah, AKP Dodi Abdulrohim mengatakan, kesulitan yang dialami saat menggerebek Kampung Boncos adalah banyaknya mata-mata bandar narkoba.

"Jadi ketika kami tiba di sana, cepu bandar itu sudah langsung ngasih kode berteriak 'penyakit' dan menghubungi bandadr lewat telepon," ujar Dodi saat ditemui Wartakotalive.com Kamis (1/12/2022).

Menurut polisi berpangkat balok tiga itu, saat ini bandar sudah mengalihkan barang haram sabu ke pemkiman warga sekitar.

Bandar sabu tersebut menyewa rumah untuk menyimpan barang haram dan hal itu menyulitkan polisi menangkap bandar besar.

"Warga tidak ada yang berani melapor karena takut, pernah ada warga yang diancam dibunuh gara-gara bantu kami," ungkapnya.

Namun, Dodi mengaku sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk memantau peredaran narkoba di Kampung Boncos.

Misalnya, akan membuat menara pantau di lahan kosong milik PT Djarum. Lahan kosong itu sering dijadikan tempat penggunaan narkoba.

"Kami juga akan membuat program kampung bersih narkoba dan menggandeng sejumlah pihak termasuk masyarakat sekitar," jelasnya. m26

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved