Berita Jakarta

Pemprov DKI Jakarta Raih Penghargaan Sustainable Transport Award 2021

Pemerintah DKI Jakarta mendapatkan penghargaan Sustainable Transport Award (STA) 2021 dalam Konferensi Transport International, Mobilize 2020.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengendara melintas di dekat halte Centrale Stichting Wederopbouw (CSW) yang berhiaskan lampu warna-warni di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (8/8/2021). Proyek pembangunan jembatan penghubung atau skybridge untuk intergrasi Halte Transjakarta CSW dengan Stasiun MRT ASEAN itu mengusung konsep desain Cakra Selaras Wahana yang memiliki arti sebagai lingkaran penghubung yang setara antar moda. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemerintah DKI Jakarta mendapatkan penghargaan Sustainable Transport Award (STA) 2021 dalam Konferensi Transport International, Mobilize 2020, pada 30 Oktober 2020 lalu.

Pemprov DKI Jakarta dinilai telah mengeluarkan inisiatif yang mumpuni, untuk transportasi berkelanjutan selama tiga tahun terakhir.

Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) Jakarta, Ki Darmaningtyas, mengatakan, beberapa inisiatif yang dilakukan DKI adalah perbaikan integrasi layanan angkutan umum yang sebelumnya hanya menjadi wacana saja.

“Kemudian perbaikan fasilitas pejalan kaki terus dilakukan, lalu perobohan sejumlah JPO (jembatan penyeberang orang) di Tosari dan HI yang diganti dengan penyeberangan sebidang,” ucapnya.

Darmaningtyas mengatakan, langkah yang dilakukan DKI ini dianggap memprioritaskan pejalan kaki dibanding kendaraan bermotor.

Apalagi para pejalan kaki nyatanya juga memiliki hak yang sama seperti pengendara lain dalam bermobilitas.

Kemudian, Pemprov DKI Jakarta juga membangun jalur sepeda, selain mengintegrasikan angkutan umum dengan layanan Transjakarta.

Pada masa mendatang pun, DKI Jakarta diharapkan bisa memasifkan penggunaan kendaraan berbasis ramah lingkungan.

“Kalau dasar penilaiannya itu pada inisiatif-inisiatif yang muncul selama tiga tahun terakhir, memang layak mendapatkan penghargaan, meskipun sistem keseluruhan yang ada belum mengalahkan kota-kota lain di dunia,” ujarnya.

Karena itu, Darmaningtyas memandang STA memang diberikan kepada kota-kota yang mempunyai inisiatif terbaik untuk perbaikan transportasi.

Artinya, kota yang memperoleh penghargaan tersebut bukan berarti memiliki sistem transportasi terbaik, tetapi yang dinilai adalah inisiatifnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan, keberhasilan DKI Jakarta meraih penghargaan ini berkat komitmen kuat pemerintah daerah dalam mewujudkan transportasi umum yang berkelanjutan. Termasuk dukungan dari stakeholder melalui upaya penanganan transportasi secara holistik di Jakarta.

“Transportasi berkelanjutan sebagai suatu sistem transportasi yang penggunaan bahan bakar, emisi kendaraan, tingkat keamanan, kemacetan, serta akses sosial dan ekonominya, tidak akan menimbulkan dampak negatif yang tak dapat diantisipasi oleh generasi yang akan datang,” tuturnya.

Ada tiga aspek mengenai transportasi berkelanjutan. Pertama, aspek lingkungan, yaitu transportasi yang tidak membahayakan kesehatan publik dan ekosistem, serta menyediakan sarana mobilitas dengan memanfaatkan sumber daya yang dapat diperbaharui.

Kedua, aspek ekonomi, yaitu transportasi yang dapat menjamin pemenuhan biaya transportasi melalui pembebanan ongkos yang layak bagi masyarakat pengguna sarana transportasi dan dapat mewujudkan keadilan dalam sistem transportasi.

Ketiga, aspek sosial, yakni transportasi yang dapat meminimalisasi tingkat kebisingan, kecelakaan, waktu tempuh kerugian akibat kemacetan, serta dapat meningkatkan keadilan sosial dan tingkat kesehatan dalam komunitas, atau transportasi yang dapat mendukung terwujudnya lingkungan sosial yang sehat, komunitas yang layak untuk didiami, dan kaya akan modal sosial.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved