LPSK Beberkan Sejumlah Tantangan yang Dihadapi saat Tangani Kasus Pencabulan Mas Bechi

Ada sejumlah tantangan dihadapi oleh LPSK dalam penanganan kasus pemerkosaan santriwati dengan terdakwa Mas Bechi yang divonis tujuh tahun penjara.

Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu saat pemaparan pada agenda 'Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan' di Kantor LPSK, Jakarta Timur, Kamis (1/12/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Terpidana pencabulan santriwati di Jombang, Moch Subchi Azal Tsani (42) alias Mas Bechi divonis tujuh tahun penjara. Vonis terhadap Mas Bechi tersebut jauh dari tuntutan jaksa yakni 16 tahun penjara.

Adapun sejumlah tantangan dalam penanganan kasus pemerkosaan santriwati dengan terdakwa Mas Bechi.

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu buka suara terkait hal itu.

Menurutnya, tantangan pertama dalam kasus ini adalah Mas Bechi saat itu belum berhasil ditangkap meski penanganan perkara sudah tujuh kali melalui proses P-19 sejak awal dilaporkan.

Kedua, atas petunjuk JPU (P-19) untuk melakukan pemeriksaan lie detector dan visum et repertum untuk ketiga kalinya kepada korban.

Baca juga: Piala Dunia 2022: Skenario Siapa yang Lolos Grup E? Spanyol, Jerman, Jepang, atau Kosta Rika

"LPSK bersama KPPPA dan WCC Jombang menyatakan keberatan dengan pertimbangan beban pembuktian tidak dibebankan kepada korban dan menghindari reviktimisasi," ucap Edwin Partogi Pasaribu saat pemaparan pada agenda 'Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan' di kantor LPSK, Jakarta Timur, Kamis (1/12/2022).

Edwin melanjutkan, tantangan ketiga adalah upaya penangkapan tersangka mendapat hambatan dari pendukungnya.

Adapun tersangka baru bisa ditangkap pada 8 Juli 2022, setelah kasus bergulir di pengadilan.

"Saat itu dilakukan upaya penangkapan dan penahanan tersangka oleh penyidik Polda Jatim, sehingga proses pemberkasan telah dinyatakan lengkap (P-21) dan siap untuk disidangkan," ucap Edwin.

Pihaknya juga menyampaikan sejumlah capaian yang berhasil dilakukan untuk melindungi saksi dan korban dalam kasus tersebut.

Baca juga: Musim Diskon Akhir Tahun, Pahami Trik Mendapatkan Perhatian Pengguna Digital yang Lebih Baik

Pertama, LPSK berhasil menumbuhkan keberanian korban dan saksi lainnya untuk membuat terang perkara.

Kedua, LPSK menstimulus proses peradilan berperspektif korban. Ketiga, kerja kolaborasi LPSK dan KPPPA berhasil mendorong perkara ini dinyatakan lengkap (P-21).

Ketiga, pemberian keterangan para saksi dalam perlindungan LPSK berkontribusi membuktikan dakwaan. Hingga akhirnya terdakwa bisa dinyatakan bersalah.

Adapun sejumlah perlindungan yang dilakukan LPSK antara lain dengan mendukung proses penyidikan agar tetap berjalan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved