Gempa Bumi Cianjur

Korban Gempa Bumi Cianjur Marah, Masyarakat Datang Hanya Foto-foto dan tak Membantu

Korban gempa bumi di Desa Sarampad, Cianjur, marah kini desanya banyak sekali orang datang hanya sekadar foto-foto.

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Valentino Verry
warta kota/cahya nugraha
Warga Desa Sarampad marah ada masyarakat yang datang untuk sekadar foto-foto, dan tak memberikan bantuan. Mereka pun menuliskan pada sebuah tembok bekas gempa bumi. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIANJUR - Di era digitalisasi ini berbagai momen kerap dijadikan objek untuk foto-foto oleh masyarakat.

Setelah puas memotret diri dengan background pemandangan indah, lalu disebar ke medsos, inilah fenomena yang tengah terjadi.

Sayang, masyarakat kadang tak peka, peristiwa memilukan seperti korban gempa bumi juga menjadi objek foto-foto.

Hal ini terjadi di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, salah satu wilayah yang terkena gempa cukup parah.

Tidak banyak yang tersisa dari desa tersebut, semua bangunan rata dengan tanah, akses warga pun terputus dikarenakan aspal jalan yang terangkat.

Di saat banyak masyarakat yang peduli pada korban gempa, ternyata ada pula yang justru memanfaatkan kondisi desa untuk sekadar selfie dan berfoto ria.

Hal itu disampaikan oleh Ketua RT Desa Sarampad, Ujang Maulana, dirinya merasa prihatin melihat masyarakat yang hanya berselfie ria tanpa mengulurkan bantuan yang diperlukan.

Baca juga: Pemprov Jawa Barat Gunakan Helikopter Kirim Bantuan ke Daerah Terisolir Gempa Bumi di Cianjur

"Banyak yang ke sini hanya berfoto tanpa membantu, hal itu tentu mendapatkan penolakan keras dari para warga," ungkap Ujang ditemui di Desa Sarampad, Rabu (30/11/2022).

"Bagaimanapun juga saya harus menjaga warga saya, tidak hanya kehilangan benda dan orang tercintanya. Warga saya pun berhak dijaga hatinya," sambungnya.

Dirinya pun meminta kepada semua pihak, untuk tidak asal mengambil gambar warganya, sebab dengan tegas ia sampaikan bahwa desa Sarampad bukanlah desa yang dijadikan 'wisata bencana' untuk umum.

Baca juga: Gereja Bantu Korban Gempa, Ormas Cianjur Bereaksi Keras, Ini Kata Ridwan Kamil

Penolakan akan aksi tersebut tergambar jelas dari banyaknya tulisan warga.

Di beberapa persimpangan jalan desa Sarampad warga memberikan peringatan 'Kami Terkena Bencana, Bukan Tempat Wisata. Rekreasi anda salah tempat, kami bukan tontonan!'

Sama halnya yang terjadi pada longsoran di Jalur Cipanas - Cianjur, meski sudah terbuka untuk umum pasca longsoran besar yang terjadi akibat gempa, sampai saat ini masih banyak pengendara baik roda dua maupun roda 4 yang melintas penasaran dengan longsoran tersebut.

Tak khayal mereka pun turun dari kendaraan mereka untuk melakukan foto dan berselfie, padahal di lokasi tersebut sudah terbentang garis kepolisian.

Bangunan Pondok Pesantren Almubarok (kiri) di Kampung Cisarua, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, luluh lantak dihantam gempa bumi M 5,6, Senin (21/11/2022).
Bangunan Pondok Pesantren Almubarok (kiri) di Kampung Cisarua, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, luluh lantak dihantam gempa bumi M 5,6, Senin (21/11/2022). (Wartakotalive/Hironimus Rama)

 

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved