Literasi Digital

Kemenkominfo Ajak Pemuda Tingkatkan Kreatifitas dan Produktifitas melalui Dunia Digital

Dalam acara itu, para pemuda diajak untuk memanfaatkan dunia digital termasuk media sosial untuk meningkatkan kreatifitas dan produktivitas.

Editor: Feryanto Hadi
ist
Kegiatan cakap digital Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi betema 'Dari Kreatif jadi Produktif bersama Pemuda Palembang' 

WARTAKOTALIVE.COM--Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi menggelar event talkshow literasi digital untuk komunitas dan masyarakat di wilayah Sumatera pada  Rabu, 30 November 2022.

Kegiatan tersebut mengambil  tema 'Dari Kreatif jadi Produktif bersama Pemuda Palembang'

Dalam acara itu, para pemuda diajak untuk memanfaatkan dunia digital termasuk media sosial untuk meningkatkan kreatifitas dan produktivitas.

Kegiatan tersebut turut mengundang narasumber Ferdiansyah, Pengurus RTIK Sumsel, Andrika, Ketua RTIK Sumsel serta Farhan, ketua BDCA.

Dalam event tersebut Ferdiansyah menyampaikan, pemuda Indonesia saat ini haruslah lebih baik secara kreatifitas maupun secara produktivitas dengan adanya bantuan dari digitalisasi dibandingkan dengan manusia pendahulunya.

Baca juga: Manfaatkan Dunia Digital untuk Pemasaran Bisnis, Berikut Tips Aman Melakukan Promosi di Media Sosial

"Karena itu pemanfaatan dunia digital perlu diawasi dan didukung ke arah produktivitas jangan sampai dengan kemajuan digitalisasi ini menyebabkan generasi mudah kita menjadi malas dan jauh dari produktivitas," ujar Andrika melalui keterangan pers Kemenkominfo, Kamis (1/12/2022)

Seperti diketahui, pada awal 2022 Hootsuite dan We Are Social melaporkan jumlah pengguna internet Indonesia telah mencapai 204,7 orang atau meningkat 2,1 juta dari tahun sebelumnya.

Baca juga: Dukung Literasi Digital, EVOS Esports Jalin Kerja Sama dengan Fakultas MIPA Universitas Indonesia

Masifnya kemajuan teknologi ini mampu memberikan potensi resiko seperti penipuan online seperti Hoax dan Cyber Bullying, oleh karena itu peningkatan penggunaan teknologi harus di imbangi dengan peningkatan kapasitas literasi digital yang mempuni.

"Survey Nasional yang dilakukan tahun lalu menemukan jika saat ini indeks literasi digital Indonesia masih berada pada angka 3,49 dari skala 5 atau masih kategori sedang belum mencapai kategori baik. Hal ini perlu terus ditingkatkan untuk membekali peningkatan kapasitas literasi digital,” ujar Dirjen APTIKA Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pengerapan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai pengemban garda terdepan dalam memimpin upaya percepatan transformasi digital bangsa Indonesia memiliki tugas sebagai regulator, fasilitator, dan akselerator, dalam rangka menjalankan mandat tersebut terkait dengan pengembangan SDM Kemenkominfo bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi telah melakukan literasi digital kepada lebih dari 14,6 juta orang.

Program Indonesia Makin Cakap Digital 2022  bertujuan untuk membangun wawasan dan pengetahuan terkait literasi digital dalam bentuk webinar (seminar dan diskusi secara online), talkshow dalam format hybrid (offline dan online), serta special event penunjang kegiatan literasi digital.

Baca juga: Manfaatkan Dunia Digital untuk Pemasaran Usaha, Berikut Tips Agar Promosi di TikTok Berujung Cuan

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi upaya menghentikan penyebaran berita hoaks serta dampak negatif dari penyalahgunaan internet dengan cara meningkatkan kemampuan kognitif masyarakat Indonesia melalui beragam program edukasi kecakapan literasi digital.

Menjadi literat digital berarti dapat memproses berbagai informasi, dapat memahami pesan, dan berkomunikasi efektif dengan orang lain dalam berbagai bentuk.

Selain itu dengan cakap literasi digital dapat memacu individu untuk beralih dari konsumen yang pasif menjadi produsen yang aktif, baik secara individu maupun sebagai bagian dari komunitas.

Dengan literasi digital juga akan tercipta tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis serta kreatif. 

Anggota masyarakat tidak akan mudah termakan oleh isu yang provokatif dan menjadi korban informasi hoaks atau korban penipuan yang berbasis digital.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved