Bahas Kendaraan Listrik, Alam Alsahara Indonesia Gelar Webinar Bersama PLN

Alam Alsahara Indonesia gandeng IEEE SB UI menggelar webinar The Future of Electric Vehicle.

dok. Alam Alsahara
Sesi dokumentasi saat Webinar “The Future of Electric Vehicle” berlangsung, Sabtu (26/11/2022). Webinar yang membahas tentang penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) ini digelar oleh Alam Alsahara Indonesia dengan menggandeng Institute of Electrical and Electronics Engineers Student Branch University of Indonesia (IEEE SB UI) serta PLN. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) semakin digemari masyarakat Indonesia.

Berdasarkan PERPRES 55/2019, kendaraan listrik sebagai solusi mengurangi konsumsi BBM dan menjaga kualitas udara.

Dengan adanya kendaraan listrik, diharapkan dapat mengurangi isu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh emisi karbon.

Mendukung salah satu program pemerintah untuk penggunaan mobil listrik, Alam Alsahara Indonesia menggandeng Institute of Electrical and Electronics Engineers Student Branch University of Indonesia (IEEE SB UI) menggelar webinar dengan tema The Future of Electric Vehicle, pada Sabtu (26/11/2022) lalu.

Webinar tersebut diisi oleh seorang pakar di bidang keselamatan kerja dalam kelistrikan, yaitu H. Herman Karim dan Vice President Tekno Inovasi dan Inkubasi Produk PLN Pusat Fauzi Arubusman.

Adapun kegiatan ini dihadiri lebih dari 150 peserta yang berasal dari tingkat pelajar, mahasiswa, hingga professional.

Terkait materi yang disampaikan, pakar kelistrikan yakni Herman, memaparkan tentang pengertian listrik, prinsip dasar kelistrikan, penjelasan terkait kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), dan perkembangan terbaru EV di Indonesia.  

Tantangan menuju era mobil listrik

Menurut Herman, terdapat tujuh tantangan yang dihadapi Indonesia menuju era mobil listrik, baik itu dalam tingkat infrastruktur maupun industri.

Ketujuh tantangan tersebut adalah suplai listrik, ketersediaan charging station, teknologi baterai dan fast charging, regulasi teknis dan keuangan, pengolahan limbah baterai, industri komponen, dan keberlanjutan ekosistem kendaraan listrik.

Untuk penguasaan teknologi baterai dan pengisian cepat (fast charging), menurut Herman kedua hal tersebut merupakan hal mutlak.

“Kebutuhan baterai akan semakin besar dan hal tersebut akan berdampak pada kebutuhan baterai yang semakin padat, tahan lama, namun bertenaga tinggi,” ungkap Herman seperti dikutip dalam keterangan resmi, Kamis (1/12/2022).

Dengan penguasaan teknologi, maka akan banyak inovasi perkembangan baterai yang mempengaruhi berbagai hal. Seperti harga yang lebih kompetitif dan performa yang lebih baik.

Herman juga menilai, limbah baterai kendaraan listrik akan menjadi momok baru jika tidak dipersiapkan dari dini.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved