Upah Minimum Propinsi

UMP Jakarta 2023 Naik 5,6 Persen, PDIP: Itu Sudah Mengakomodasi Buruh dan Pengusaha

UMP DKI Jakarta 2023 naik sebesar 5,6 persen, Fraksi PDIP mengatakan bahwa jumlah itu sidah sesuai.

WartaKota/Fitriyandi Al Fajri
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak soal kenaikkan UMP DKI 2023 sudah mengakomodasi buruh dan pengusaha 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Kenaikan Upah Minimum Provinsi atau UMP 2023 untuk DKI Jakarta masih menjadi polemik hingga saat ini.

Diketahui sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menetapkan kenaikan UMP 2023 menjadi Rp 4,9 juta atau sebesar 5,6 persen.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan rekomendasi unsur buruh yang meminta kenaikan UMP 2023 sebesar 10,55 persen.

Sementara itu, unsur pengusaha menilai angka tersebut terlalu tinggi dari rekomendasi mereka yang meminta kenaikan UMP 2023 sebesar 2,6 persen.

Namun demikian, menurut anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak besaran angka 5,6 persen yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta sudah sesuai.

Baca juga: Kenaikan UMP DKI Jakarta 2023, PKS Minta Disesuaikan dengan Pertumbuhan Ekonomi

"Kalau lihat dari angkanya, saya kira sudah mempertimbangkan hal tersebut," ujar Gilbert kepada Warta Kota melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (30/11/2022).

Menurutnya, angka tersebut lebih moderat dan bisa mengakomodasi kedua sisi (unsur buruh dan pengusaha).

Selain itu, Gilbert percaya bahwa Pemprov DKI Jakarta telah menghitung angka yang rasional di kedua sisi.

"Karena kalau 10,55 persen tentu berat bagi pengusaha. Lalu apabila 2,6 persen pasti lebih tidak diterima pekerja," kata Gilbert.

Gilbert pun menginformasikan bahwa apabila dilihat dari besaran nominal, UMP Rp 4,9 juta sudah lebih besar dari gaji Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca juga: Daftar UMP 2023 di 29 Provinsi yang Sudah Ditetapkan, DKI Jakarta Tertinggi, Jateng Paling Rendah

Sebagai informasi, dilansir dari situs resmi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), besaran gaji pokok ASN DKI Jakarta dibagi menjadi empat golongan:

1. Golongan I dengan rentang gaji pokok antara Rp 1.560.800 hingga Rp 2.686.500;

2. Golongan II dengan rentang gaji pokok antara Rp 2.022.200 hingga Rp 3.820.000;

3. Golongan III dengan rentang gaji pokok antara Rp 2.579.400 hingga Rp 4.7.97.00;

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved