Pergantian Jajaran Direksi Jakpro Dianggap Langkah Cuci Gudang Pemerintah DKI Jakarta

Pergantian lima direksi PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang dilakukan belum lama ini dianggap sebagai langkah cuci gudang Pemerintah DKI Jakarta.

Wartakotalive/Fitriyandi Al Fajri
Ketua Komisi B DPRD DKI dari Fraksi PKS Ismail menyebutkan bahwa pergantian lima direksi PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang dilakukan belum lama ini dianggap sebagai langkah cuci gudang Pemerintah DKI Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pergantian lima direksi PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dianggap sebagai langkah cuci gudang Pemerintah DKI Jakarta.

Sebagai perwakilan pemegang saham pemerintah daerah, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono berhak mengganti direksi tersebut.

“Saya sih mengistilahkan lebih ringan ini cuci gudang, tapi secara person to person (per orangan) tidak menutup mata terhadap prestasi yang mereka sudah buat,” kata Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail pada Rabu (30/11/2022).

Ismail menyakini, Heru Budi Hartono telah melalui berbagai pertimbangan dalam proses rekrutmen mereka. Salah satu indikator yang diperhatikan adalah prestasi mereka selama berada di korporasi sebelumnya.

Baca juga: UMP DKI Jakarta 2023 Naik 5,6 Persen jadi Rp 4,9 juta, PSI Minta Pengertian Semua Pihak

“Tidak asal direkrut, mereka dipertimbangkan aspek prestasinya dan profesional kerjanya, dan terbukti mereka bisa menyelesaikan penugasan-penugasan yang luar biasa berat ya,” ujar Ismail.

Menurut dia, pergantian direksi di perseroan merupakan hal yang wajar, terutama ketika ada pergantian pimpinan di level Kepala Daerah.

Kata dia, Kepala Daerah yang baru tentunya akan mengevaluasi kinerja direksi di BUMD DKI Jakarta, sehingga jika dianggap perlu penyegaran maka pemerintah daerah akan melakukannya.

“Di awali waktu itu (Dirut) MRT Jakarta, kemudian diikuti Komisris LRT Jakarta terus yang ini sekarang Jakpro. Entah BUMD manalagi, saya pikir itu menjadi hak prerogatifnya Pj Gubernur dan harusnya memang objektif ya,” jelasnya.

Politisi PKS ini menilai, sejauh ini direksi Jakpro memang diisi oleh orang profesional atau yang memiliki keahilan di bidangnya masing-masing.

Baca juga: DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama Penggunaan Produk Dalam Negeri hingga Rp 8,5 triliun

Jika selama ini kinerjanya belum terlalu maksimal, dia menduga karena chemistry atau keterkaitan antardireksi belum terbentuk dengan baik.

“Kemudian di anak-anak perusahaannya juga ya karena setahu saya di beberapa bulan lalu Dirut (sebelumnya) Pak Widi saat itu sudah menyampaikan kepada kami di rapat sedang melakukan pembenahan terhadap anak-anak perusahaannya,” ucapnya.

“Nanti akan dibuat lebih produktif dan lebih bersinergi, sehingga proyek penugasan contohnya yang diberikan kepada Jakpro itu diharapkan bisa dikerjakan, di internal dengan anak-anak perusahaan, ya bisa saling menghidupi tidak menjadi beban seperti itu,” lanjutnya.

Diketahui, Pemerintah DKI Jakarta mengganti posisi lima jabatan direksi PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Salah satu di antaranya bukan diberhentikan, tetapi ditunjuk menjadi Direktur Utama perseroan tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BP BUMD DKI Jakarta Fitria Rahadiani mengatakan, pergantian anggota direksi itu diputuskan melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) sirkuler (keputusan para pemegang saham di luar RUPS).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved