Berita Nasional

Mengaku sebagai 'Ratu Adil' dan 'Imam Mahdi', Dua Orang di Kawarang Ini Klaim Bisa Amankan Dunia

Wanita dan pria paruh baya di Karawang mengaku sebagai Ratu Adil dan Imam Mahdi Republik Kutatandingan viral di media sosial.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Feryanto Hadi
ist
Sebuah video seorang wanita dan pria paruh baya asal Karawang, Jawa Barat mengklaim dirinya Ratu Adil dan Imam Mahdi Republik Kutatandingan viral di media sosial 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG-----Media sosial digegerkan dengan kemunculan pria dan wanita yang mengaku sebagai Ratu Adil dan Imam Mahdi.

Mereka mengumumkan itu melalui sebuah video yang viral 

Keduanya mengaku sebagai Ratu Adil dan Imam Mahdi Republik Kutatandingan 

Video itu pertama beredar di media sosial Tiktok diunggah oleh pemilik akun @agungpermana423, lalu diunggah juga sejumlah akun media sosial Karawang.

Ada dua video yang beredar, seorang wanita tua mengenakan baju kuning kerudung warna pink dan pria tua mengenakan batik dan peci hitam.

Sedangkan satu wanita lainnya berdiri di belakang keduanya dengan membawa bendera berwarna putih kuning dengan logo di tengah dan tertulis Kerajaan Ratu Adil Imam Mahdi Republik Kutatandingan, Dunia, Jawa Barat.

Dalam video pertama berdurasi satu menit, wanita tua itu dengan lantang mengatakan sebagai Ratu Adil atau Ratu Sunda yang sudah turun di wilayah Kutatandingan Karawang.

Baca juga: Fenomena Langka, Ribuan Ikan di Perairan Kepulauan Seribu Naik ke Permukaan Darat, Warga Bungah

“Saya memberitahukan kepada seluruh masyarakat Jawa barat, khususnya Indonesia, umumnya dunia, bahwa Ratu Adil, Imam Mahdi, Ratu Sunda sudah ada turun di Kutatandingan Karawang,” ucap wanita itu didampingi seorang wanita dan lelaki tua berkopiah duduk di sampingnya.

“Sekarang bencana-bencana makin merajalela dan yang membikin bencana di dunia adalah Imam Mahdi,” tutur wanita dalam video tersebut.

Dalam celotehannya, wanita tua itu mengatakan bahwa yang bisa mengamankan dunia adalah Imam Mahdi.

Baca juga: Pernyataan Tempurnya Dianggap Provokasi, Benny Rhamdani: Masak Rakyat Mayoritas Tidak Boleh Marah?

Sebuah video seorang wanita dan pria paruh baya asal Karawang, Jawa Barat mengklaim dirinya Ratu Adil dan Imam Mahdi Republik Kutatandingan viral di media sosial
Sebuah video seorang wanita dan pria paruh baya asal Karawang, Jawa Barat mengklaim dirinya Ratu Adil dan Imam Mahdi Republik Kutatandingan viral di media sosial (ist)

“Percaya syukur tidak percaya dunia akan hancur, bahwa imam Mahdi sudah tiba di Karawang, Kutatandingan,” katanya.

Sementara video kedua berdurasi 54 detik, pria tua itu mengungkapkan bahwa Imam Mahdi sudah ada di Karawang.

"Imam Mahdi sudah tiba di Kutatandingan, Karawang, Jawa Barat, Republik Indonesia. Kini Imam Mahdi yang sanggup seluruh mengamankan bencana dan segalanya," ucapnya.

"Kalau tiba ada di Kutatandingan terima kasih, kami Seekarno-Hatta akan kembali lagi akan jadi raja di akhir zaman, sekian terima kasih," tutupnya.

Sementara Kasat Intel Polres Karawang, AKP Agustinus Manurung mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran.

Baca juga: VIDEO: Viral Bapak bapak Korban Gempa Cianjur Pakai Daster dan Gamis, Donasi Baju Pria Masih Minim

Kejadian atau video itu direkam di rumah warga beralamat di Kp.cikeruh RT 28 RW 13, Dusun Liosari, Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang.

"Kita sudah datangi ke lokasi, akan tetapi orang-orang yang ada pada video viral itu tidak ada. Sudah satu bulan tidak ditempat," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya masih terus melacak indentitas dan keberadaan ketiga orang dalam video tersebut.

"Kita masih tentukan langkah-langkah dan lacak, sementara informasinya orang Jonggol (Bogor)," tandasnya. 

Baca juga: GEMA Puan Deklarasi di Markas Ganjar, Rudi: Hanya Puan yang Pantas Jadi Ratu Adil dan Presiden

Baca juga: VIRAL Buku Karya Musni Umar sebut Jokowi Satrio Piningit Indonesia, Paparkan Lima Tanda Penting

Penjelasan soal Ratu Adil

Alex Palit, citizen jurnalis “Jaringan Pewarta Independen menjelaskan soal fenomena Ratu Adil.

Dikutip dari Tribunnews, ia menerangkan, dalam pemahaman masyarakat tradisionil persepsi tentang Ratu Adil sering digambarkan sebagai sosok pemimpin penyelamat pembawa keadilan, kedamaian dan kesejahteraan sebagaimana menjadi tumpuhan harapan rakyat.

Impian datangnya kepemimpinan Ratu Adil biasanya terjadi masyarakat yang lagi galau dilanda krisis kepemimpian dan krisis multidimensional lainnya yang sedang terjadi di masyarakat tersebut.

Sementara jalan keluar untuk mengatasi krisis sudah memenuhi jalan buntu, lalu mereka pun bermimpi akan datangnya Ratu Adil yang diharapkan mampu mengatasi krisis tersebut, sekaligus bisa membawa perbaikan kehidupan.

  Impian akan datangnya Ratu Adil itu sendiri mengacu pada nubuat ramalan Prabu Jayabaya, raja Kediri yang memerintah pada 1135 – 1157 masehi.

Meski saat ini sudah zaman internet dan serba digitalisasi, namum begitu masihnya banyak di antara masyarakat kita meyakini keberadaan cerita mitos kepemimpinan Ratu Adil.

Biasanya kemunculan cerita mitos Ratu Adil ini bergulir jelang pemilihan presiden. Sudah tentu interpretatif istilah Ratu Adil yag lahir dari produk budaya tradisionil ini ditafsirkan secara plastis dalam konteks zaman.

Sebagaimana dalam persepsi masyarakat tradisionil, keberadaan kepemimpinan Ratu Adil dicitrakan sosok kesatria yang gagah berani dalam memerangi ketidak-adilan dan kebathilan.

Kepemimpinan Ratu Adil ini yang dianggap nantinya akan mampu mengatasi kemelut sosial yang terjadi untuk kemudian memasuki masa kejayaan.

Disebutkan bahwa Ratu Adil ini adalah sosok pemimpin yang merangkum tiga karakter kepemimpinan;

Pertama, berkarakter Satria Bayangkara yaitu sosok pemimpin yang memiliki kewibawaan dengan bersikap tegas, adil, mengayomi rakyatnya, juga berjiwa pemaaf terhadap lawan-lawan politiknya dengan spirit tepo seliro dan mikul dhuwur mendhem jero.

Kedua, berkarakter Satria Panandita adalah sosok pemimpin yang tidak korup, menjunjung nilai-nilai etika dan moralitas, religius, amanah dalam mengemban tugas demi kesejahteraan rakyat.

Ketiga, berkarakter Satria Raja adalah sosok pemimpin berjiwa negarawan yang mengabdi demi rakyat, bukan menjadi abdi negara demi kekuasaan yang korup.

Di tengah kegalauan terjadinya krisis kepemimpinan dan krisis multidimensional lainnya adalah sebuah kewajaran bila kemudian rakyat bermimpi mendambakan datangnya seorang pemimpin pembawa harapan transformasi perubahan bagi terciptanya kehidupan yang lebih baik, yang lebih mendamaikan, yang lebih mententramkan dan mensejahterakan.

Karena dalam situasi seperti ini yang dalam ramalan Jayabaya sering disebutkan sebagai zaman edan. Kini yang dibutuhkan rakyat tidaklah sekadar pengambil-alihan pergantian rezim, tapi bagaimana kehadiran sang pemimpin tersebut mampu membawa transformasi perubahan secara substansial yang menyangkut nilai.

Sebagaimana dirasakan saat ini, bangsa ini sudah memasuki sebuah fase zaman edan, zaman penuh kepalsuan dan kemunafikan. Bahkan para pemimpin baik dari kalangan penyelenggara negara maupun elit politiknya sudah kehilangan kredibilitasnya di mata rakyat lantaran sering dinilai banyak melakukan kebohongan publik, diabaikannya nilai-nilai etika, moralitas dan bertingkah korup.

Zaman macam ini yang menurut nubuat ramalan Prabu Jayabaya disebutnya sudah memasuki zaman goro-goro alias kalabendu.

Sementara di tingkat kehidupan masyarakatnya sendiri (civil society) sudah mulai kehilangan keperpercayaan terhadap pemimpinnya yang dianggap sudah tidak lagi amanah dalam mengemban tugas.

Harga kebutuhan pokok terus melambung, kemiskinan kian terakumulatif disertai terjadi krisis sosial lainnya yang berakibat hilangnya kendali tertib sosial.

Memudarnya kredibilitas pemimpin di mata rakyat menimbulkan terjadinya krisis kepemimpinan. Seperti anak ayam kehilangan induknya, untuk mengatasi jalannya hidupnya lalu mengambil jalan keluar dengan logika sendirinya, termasuk penggunaan cara-cara anarkis, teror, amuk massa dan tindak kekerasan lainnya sebagai pembenaran atas nama logikanya sendiri.

Sementara di sisi lain masyarakat mengalami jalan buntu tidak tahu apa yang harus diperbuat lantaran sudah frustasi melihat kondisi yang ada.

Kecuali hanya bisa bermimpi, berharap dan mendambakan akan datangnya Ratu Adil yang mampu membawa perubahan kehidupan yang lebih baik, bermartabat dan berbudaya, serta menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

Terlepas mimpi datangnya Ratu Adil atau Satrio Piningit, pastinya yang dibutuhkan saat ini adalah sosok pemimpin kuat, punya gagasan visioner dalam membawa transformasi perubahan pada kehidupan lebih baik, tegas, adil tidak tebang pilih, tidak lembek dan mulur mungkret, dan tidak korup.

Karena tanpa kepemimpinan yang kuat sulit rasanya bangsa ini bisa keluar dan lepas dari kemelut dan krisis sebagaimana yang terjadi saat ini.

Tidak ada salahnya bila momentum Pilpres 2014 yang tak lama lagi digelar dijadikan pula sebagai sebuah harapan akan datangnya Ratu Adil yang akan memimpin Indonesia 2014 membawa perubahan menuju Indonesia Baru yang lebih mendamaikan dan mensejahterakan kehidupan dan penghidupan rakyat, serta menjadi kembali Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan bermartabat.

Sumber: Warta Kota
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved