Kasus Tabrak Lari Anak Anggota DPRD Kota Bekasi Ditingkatkan, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Kasus tabrak lari yang dialami oleh anak seorang anggota DPRD Kota Bekasi Muhammad Naufal Rahman (25) ditingkatkan statusnya dari lidik menjadi sidik.

Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Agung Pitoyo menyebutkan kasus tabrak lari yang dialami oleh anak seorang anggota DPRD Kota Bekasi Muhammad Naufal Rahman (25) ditingkatkan statusnya dari lidik menjadi sidik. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN - Polres Metro Bekasi Kota telah menaikkan perkara kasus tabrak lari yang dialami oleh anak seorang anggota DPRD Kota Bekasi Muhammad Naufal Rahman (25) dari lidik menjadi sidik.

Hal ini sampaikan oleh Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Agung Pitoyo. Ia mengatakan jika dengan naiknya perkara kasus tabrak lari ini, maka dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengumumkan nama tersangka.

"InsyaAllah, sekarang sudah naik dari tingkat lidik ke sidik, besok kita akan gelar lagi untuk menetapkan tersangka," kata Agung Pitoyo, Rabu (30/11/2022).

Diungkapkan oleh Agung, saat ini Satlantas Polres Metro Bekasi Kota telah mengamankan satu unit kendaraan roda empat Hyundai Creta yang digunakan oleh terduga pelaku saat melakukan aksi tabrak lari di dekat Bundaran Harapan Indah, Jalan Sultan Agung, Medan Satria, Kota Bekasi.

Baca juga: Desain Interior Tidak Kalah Penting Dibanding Eksterior untuk Bangun Rumah Impian

"Kami juga sudah siapkan pasal 311 tentang kecelakaan di jalan yang menyebabkan orang lain terluka dengan sengaja. Ancaman hukuman 4 tahun penjara," katanya.

Sementara itu, orangtua korban, Arif Rahman menyambut baik kinerja pihak kepolisian terkait penangan kasus yang menimpa pada anaknya itu. Apalagi, pihak kepolisian segera menetapkan tersangka atas kasus itu.

"Ya kami sekeluarga mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian yang sudah membantu mengungkap kasus yang diterima anak saya. Setidaknya ini sudah terang benderang, sudah ada tersangkanya," kayanya.

Meski Polisi dikabarkan segera menetapkan status tersangka atas kasus tabrak lari yang menimpa pada anaknya.

Namun, hingga saat ini terduga pelaku belum dilakukan penahanan oleh pihak kepolisian. Kendati demikian, Arif menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

Baca juga: PSI Setuju dengan Wacana Adanya Peningkatan Uang Operasional RT/RW di Jakarta

"Kita serahkan ke hukum yang berlaku di tanah air kita. Saya berharap proses hukum tetap berjalan," ucapnya. 

Sebelumnya, viral di media sosial video yang memperlihatkan kejadian tabrak lari di dekat Bundaran Harapan Indah, Jalan Sultan Agung, Medan Satria, Kota Bekasi.

Kejadian tersebut melibatkan pengendara mobil Hyundai Creta dan seorang pengendara motor yang menjadi korban saat membonceng satu orang wanita pada Rabu (9/11/2022).

Kanit Gakkum Polres Metro Bekasi Kota Iptu Sahari membenarkan kejadian itu. Ia menceritakan awalnya kedua pengendara terlibat cekcok di jalan hingga pengendara mobil kesal dan sengaja menabrakkan mobilnya ke arah pengendara motor.

"Awalnya itu katanya ada komunikasi antar kedua belah pihak, ada ketersinggungan, berjalan sampai ke dalam Harapan Indah. Keributan terjadi di Jalan, mobil sempat disenggol terus enggak kena, jalan lagi, baru yang kedua kena," kata Sahari saat dikonfirmasi, Kamis (10/11/2022).

Pelaku langsung melarikan diri ke arah Bundaran Harapan Indah setelah menabrak korban. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.

Ternyata, korban pengendara motor merupakan anak Ketua Komisi II DRPD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim. Saat itu, anaknya yang bernama Muhammad Naufal Rahman (25) tengah membonceng tantenya.

"Iya benar, korban anak anggota DPRD," katanya. (JOS)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved