Polisi Tembak Polisi

3 Minggu Didatangi Arwah Brigadir J, Akhirnya Bharada E Berani Lawan Skenario Ferdy Sambo

Bharada E mengatakan karena didatangi arwah Brigadir J di mimpi selama 3 minggu, ia akhirnya berani melawan cerita skenario Ferdy Sambo

Akun YouTube Kompas TV
Bharada E menceritakan alasan kenapa ia akhirnya berani melawan skenario Ferdy Sambo soal tembak menembak dengan Brigadir J di sidang pembunuhan Brigadir J di PN Jaksel. Alasannya karena Bharada E didatangi arwah Brigadir J selama 3 minggu setelah menembak Brigadir J. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, membeberkan sejumlah alasan dirinya akhirnya berani melawan cerita skenario yang disusun Ferdy Sambo soal pembunuhan Brigadir J.

Di mana awalnya, sesuai skenario Ferdy Sambo, Bharada E diminta konsisten mempertahankan bahwa yang terjadi adalah tembak menembak dengan Brigadir J, karena adanya pelecehan terhadap Putri Candrawathi, istri Sambo.

Namun, akhirnya Bharada E mengubah keterangannya dan mengungkapkan bahwa yang sebenarnya terjadi adalah tidak ada peristiwa tembak menembak dengan Brigadir J. Tetapi sebuah penembakan atau pembunuhan di mana skenarionya disusun Ferdy Sambo dan diceritakan ke Bharada E saat di rumah Saguling.

Hal itu diungkapkan Bharada E saat menjadi saksi di sidang pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf di PN Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).

Hakim Morgan Simanjuntak awalnya menanyakan ke Bharada E, kenapa merubah keterangan dari tembak menembak menjadi penembakan atas Brigadir J.

"Kenapa kamu rubah itu, apa alasannya?" tanya hakim Morgan.

Baca juga: Bharada E Ceritakan Skenario Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo: Memang Harus Dikasih Mati Anak Itu

"Mohon izin Yang Mulia, jadi sejak tanggal 8 Juli itu (pembunuhan Brigadir J-Red), saya betul-betul dihantui mimpi buruk Yang Mulia. Sepanjang itu dari tanggal 8," kata Bharada E.

"Selama 3 minggu ya, kamu mimpi buruk," timpal hakim Morgan.

"Kurang lebih Yang Mulia," jawan Bharada E.

"Apa mimpi mu? Datang almarhum Yosua?" tanya hakim.

"Benar Yang Mulia," jawan Bharada E.

"Yang benar, kamu?" kata hakim lagi.

"Betul Yang Mulia," ujar Bharada E menegaskan.

"Jadi itu alasan mu ya," kata hakim. "Siap Yang Mulia," jawan Bharada E.

Baca juga: Bharada E Ungkap Wanita Keluar Menangis dari Rumah Bangka, Sejak Itu Ferdy Sambo Sering di Saguling

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved