Tidak Punya Izin, Delapan Kapal Nelayan di Perairan Kepulauan Seribu Diamankan Petugas

Kelompok nelayan di perairan Kepulauan Seribu keluhkan ada aktivitas kapal Bouke Ami (Penangkapan Cumi-cumi) melakukan penangkapan di area terlarang.

Dok. Kominfotik Kepulauan Seribu
Petugas Sudin KPKP DKI Jakarta lakukan pemeriksaan kapal-kapal yang menyalahi aturan izin di perairan Kepulauan Seribu. Kelompok nelayan di perairan Kepulauan Seribu keluhkan ada aktivitas kapal Bouke Ami (Penangkapan Cumi-cumi) melakukan penangkapan di area terlarang. 

WARTAKOTALIVE.COM, KEPULAUAN SERIBU - Kelompok nelayan di perairan Kepulauan Seribu keluhkan adanya aktivitas kapal Bouke Ami (Penangkapan Cumi-cumi) yang melakukan penangkapan di area terlarang.

Pasalnya, kapal Bouke Ami itu kedapatan memburu cumi-cumi di Jalur 1 atau terlalu dekat dengan pulau terluar dari wilayah Kepulauan Seribu.

Atas aduan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta bersama Sudin KPKP Kepulauan Seribu langsung melakukan monitoring dan pengawasan sumber daya laut tersebut.

Kepala Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, Devi Lidya menjelaskan, monitoring dan pengawasan sumber daya laut itu dilakukan di perairan Kepulauan Seribu.

"Dari hasil pengawasan dan monitoring didapat ada sebanyak 8 kapal penangkap ikan, dengan rincian pemeriksaan meliputi, dokumen kapal lengkap, alat tangkap yang tidak ramah lingkungan," Kata Devi, Selasa (29/11/2022).

Baca juga: Piala Dunia 2022: Suporter Cantik Brasil Jatuh Cinta dengan Permainan Tim Samba Usai Tekuk Swiss

"Serta perlengkapan keselamatan dan 3 (tiga) kapal berasal dari luar DKI Jakarta (Cirebon, Banten dan Semarang) yang melanggar peraturan tidak melengkapi surat izin Andon," lanjutnya.

Menurut Devi, jalur penangkapan ikan dan penempatan alat tangkap ikan sekitar 12 mil dari pulau terdekat sesuai dengan Peraturan Kementerian Kelautan dan Perikanan Nomor 59 tahun 2020.

Kebijakan tersebut masuk dalam dalam peraturan menteri (permen) KP Nomor 18 Tahun 2021 tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia dan Laut Lepas Serta Penetapan Andon Penangkapan Ikan.

"Dari pemeriksaan yang dilakukan termasuk pelaksanaan pengawasan yang didapatkan Kapal yang diamankan tersebut melakukan kegiatan penangkapan terlalu dekat dengan pulau dengan jarak sekitar 4 mil dari daratan," ujarnya.

Baca juga: Cerita Iqbal Detik-detik Gempa Bumi di Cianjur, Terdengar Suara Dentuman Keras Seperti Bom

Devi menambahkan, pengawasan sumber daya laut itu dilakukan siang dan malam hari di sekitar perairan Pulau Papateo, Pulau Rengit dan Pulau Sebaru dengan melibatkan Pokmaswas dan tokoh masyarakat Pulau Sabira.

Sesudah pemeriksaan, kapal-kapal yang kedapatan melakukan penangkapan ikan di jalur terlarang minimal lebih dari 12 mil untuk menjauh.

Sedangkan kapal yang kedapatan melanggar izin tidak melengkapi surat andon mendapatkan sanksi administrasi.

"Dengan dilakukannya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bagi nelayan untuk dapat mematuhi peraturan pelayaran tentang jalur penangkapan ikan dan perlengkapan dokumen kapal," pungkasnya. (m38)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved