Green Recovery Initiative, Solusi Inovatif Pembangunan Rendah Karbon dan Pengembangan Usaha

Solusi inovatif perlu segera diimplementasikan agar tujuan pembangunan rendah karbon tersebut menjadi peluang dan bukan ketertinggalan bagi kaum muda.

Istimewa
Webinar “Identifikasi Potensi Kolaborasi dalam Adaptasi & Mitigasi Sektoral di Indonesia”. Solusi inovatif perlu segera diimplementasikan agar tujuan pembangunan rendah karbon menjadi peluang dan bukan ketertinggalan bagi kaum muda. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Covid-19 dan pembangunan rendah karbon adalah dua momentum penting untuk mewujudkan tujuan pembangunan yang responsif terhadap hak anak.

Solusi inovatif perlu segera diimplementasikan agar tujuan pembangunan rendah karbon tersebut menjadi peluang dan bukan ketertinggalan bagi kaum muda.

Hal itu disebut Sponsorship & Program Director ChildFund International di Indonesia Aloysius Suratin webinar “Identifikasi Potensi Kolaborasi dalam Adaptasi & Mitigasi Sektoral di Indonesia”.

"Kita ingin mempromosikan pendekatan berbasis kawasan untuk menurunkan emisi dari budidaya ternak ruminansia sekaligus tingkatkan peluang kewirausahaan kaum muda di sektor ini," jelas Aloysius, lewat siaran, Selasa (29/11/2022).

Baca juga: Seorang Pemuda di Bogor Ditangkap saat Asik Nongkrong, Polisi Temukan 23 gram Sabu

Aloy menyatakan saat ini ChildFund bersama 3 lembaga mitra saat ini sedang mengembangkan dan melaksanakan sebuah program bernama Green Recovery Initiative (GRI).

GRI bertujuan untuk mempercepat reduksi emisi pada sub-sektor peternakan dan juga sekaligus menciptakan lapangan kerja dan pendapatan bagi kaum muda.

Program ini digulirkan di Kabupaten Lampung Selatan, Pringsewu, dan Boyolali. Inisiatif ini melalui kolaborasi pemerintah kabupaten dan lembaga mitra di ketiga wilayah tersebut.

Ada 3 komponen utama yaitu pengembangan inkubasi bisnis hijau, lalu memperkuat akses keuangan inklusif bagi wirausahawan muda, dan reduksi emisi pada rantai pasok peternakan dan produk turunannya.

Baca juga: Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Diminta Bantu Pemerintah Bangun SDM Berkualitas

Aloy menambahkan pendekatan yang bersifat holistik dalam GRI ini mensyaratkan kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Pemerintah dan masyarakat termasuk sekolah telah memberikan dukungan pada inisiatif ini. Kita saat ini sedang mengajak pihak perusahaan dan kelompok bisnis untuk ikut serta,” jelas Aloysius.

Pelibatan perusahaan dan bisnis pada program ini memang strategis bagi berbagai pihak. Khusus bagi pemerintah, kolaborasi antar pihak ini akan mempercepat tercapainya target reduksi emisi dari sektor pertanian dan peternakan.

Sementara itu untuk perusahaan, kolaborasi ini dapat menjadi pilihan untuk memperkuat rekam jejak perusahaan untuk menurunkan emisi dari kegiatan operasionalnya.

Berbagai pendekatan inovatif telah dan akan terus diintegrasikan pada program GRI. Saat ini upaya terobosan terus diupayakan untuk mereduksi emisi enterik dan emisi dari limbah kandang.

Optimasi proses juga dilakukan memperoleh gas metana yang dimanfaatkan untuk menurunkan konsumsi bahan bakar fosil.

Produksi pupuk organik dengan kualitas hara yang terjamin menjadi peluang bisnis bagi kaum muda dan berpotensi efisienkan pengeluaran negara untuk pengadaan dan subsisi pupuk anorganik.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved