Gempa Bumi

Gempa Cianjur Robohkan Pesantren Almubrok, Alhamdulillah 60 Santri Selamat

Akibat gempa Cianjur membuat Pesantren Almubarok roboh sehingga menyisakan lantai dua yang posisinya turun ke bawah sejajar dengan jalan.

Wartakotalive/Hironimus Rama
Bangunan Pondok Pesantren Almubarok (kiri) di Kampung Cisarua, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, luluh lantak dihantam gempa bumi M 5,6 pada Senin (21/11/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIANJUR - Gempa Cianjur 5,6 SR yang mengguncang wilayah Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) lalu meluluhlantakkan Kampung Cisarua, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Di Kampung Cisarua, gempa Cianjur membuat tanah retak, jalan raya yang terbuat dari beton terbelah dan sejumlah rumah warga roboh rata tanah.

Bahkan fondasi salah satu rumah berlantai dua terangkat ke permukaan  sehingga membuat posisi rumah tampak miring.

Di samping rumah yang terangkat ini, bangunan Pesantren Almubarok juga roboh.

Lantai satu bangunan pesantren ini ambruk sehingga menyisakan lantai dua yang posisinya turun ke bawah sejajar dengan jalan.

Baca juga: Tertimbun 30 Menit di Reruntuhan Masjid, Ustadz Ahmad Terus Berzikir hingga Bisa Diselamatkan

Ustaz Ujang Apipul Hidayat, pengelola Pesantren Almubarok, mengatakan saat gempa bumi terjadi ada 60 santriwati berada di dalam bangunan yang roboh tersebut.

Ustaz Ujang Apipul Hidayat, pengelola Pesantren Almubarok di Kampung Cisarua, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.
Ustaz Ujang Apipul Hidayat, pengelola Pesantren Almubarok di Kampung Cisarua, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. (Wartakotalive/Hironimus Rama)

"Kebetulan saat gempa ada 60 santriwati berada di lantai dua pondok pesantren," kata Ustaz Ujang, kepada TribunnewsDepok.com, Minggu (27/11/2022).

Dia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam bencana dahsyat yang merobohkan Pondok Pesantren Almubarok.

"Alhamdulilah semua selamat karena para santriwari ada di lantai dua, tidak ada yang berada di lantai 1," ujarnya.

Sementara para santriwan yang jumlahnya 20 orang sedang ada kegiatan keluar saat gempa bumi terjadi.

"Para santriwan lagi ada kegiatan keluar sehingga semua selamat," imbuhnya.

Ustaz Jajang menjelaskan bahwa saat terjadi gempa para santriwati panik, kaget dan ketakutan.

Baca juga: Pemprov Jawa Barat Gunakan Helikopter Kirim Bantuan ke Daerah Terisolir Gempa Bumi di Cianjur

"Mereka berteriak histeris dan meminta pertolongan warga saat bangunan runtuh ke bawah. Bahkan ada satu orang yang pingsan," jelasnya.

Setelah kondisi agak reda, para santriwati berhamburan keluar dari bangunan lantai dua yang runtuh ke bawah.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved