Berita Video

VIDEO: Hutan Kota Srengseng Ternyata Dulunya Bekas Penimbunan Sampah

tempat pembuangan sampah tersebut ada sejak tahun 80-an, lalu tanah-tanah merahnya diuruk dan dibuatlah hutan oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan Jakar

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA BARAT – Di tengah terik dan hiruk pikuk kehidupan kota Jakarta, rupanya ada satu tempat yang menawarkan kesejukan paripurna.

Hutan Kota Srengseng namanya. Tempat wisata edukasi yang ramah anak ini, dibangun sejak 1995 dan berdiri di atas lahan seluas 10,15 Ha. Adapun lokasinya, berada di Jalan H. Kelik, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Usut punya usut, rupanya tempat tersebut dahulu merupakan tempat penimbunan sampah dan memiliki jurang.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu petugas keamanan Hutan Kota Srengseng, Nandi (44) saat ditemui di lokasi, Minggu (27/11/2022).

Nandi mengatakan, tempat pembuangan sampah tersebut ada sejak tahun 80-an, lalu tanah-tanah merahnya diuruk dan dibuatlah hutan oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan Jakarta Barat, sekira tahun 1995.

Kemudian, kata Nandi, berbagai oase lambat laun tumbuh rimbun dan memberi kesejukan di tengah kota Jakarta Barat.

"Jadi ini hutan buatan, dahulunya tempat pembuangan sampah, tahun 80-an, ada jurang juga, kemudian diuruk rata menjadi tanah merah, baru dikelola dinas," ujar Nandi saat ditemui.

"Dahulunya juga ada sawah, mungkin karema warga-warga di sini petani, tani bunga mawar," lanjutnya.

Sementara itu, pantauan Wartakotalive.com di lokasi, sorak sorai balita yang tengah asyik bermain menyapa hangat telinga setiap pengunjung yang datang.

Pasalnya, saat pertama masuk, ada area bermain anak yang menyediakan ragam permainan seperti perosotan, jungkat-jungkit, ayunan, dan jembatan kayu.

Para anak tersebut bergantian menaiki permainan, sembari sesekali bersanda gurau bersama rekannya.

Sementara itu, beranjak sedikit ke dalam, nampak pepohonan yang tinggi menjulang dan berbatang besar memenuhi area tersebut.

Antara satu pohon dengan pohon lainnya saling bersentuhan, sehingga cahaya langit banyak tertutup. Suasana tersebutlah yang menjadikan hutan tersebut nampak asri dipandang dari sudut manapun.

Berjelajah masuk lebih dalam, pengunjung disuguhkan oleh suasana sepi dan hanya ditemani oleh kicauan burung serta binatang hutan lain, seperti jangkrik dan kucing.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved