UMP DKI Jakarta 2023

UMP DKI Jakarta 2023 Naik 5,6 Persen atau Rp 4,9 juta akan Bikin Buruh jadi Miskin

keputusan Pemprov DKI Jakarta terkait kenaikan UMP DKI Jakarta 2023 sebesar 5,6 persen atau setara dengan Rp 4,9 juta akan membuat buruh jadi miskin.

TRIBUNNEWS/CHAERUL UMAM
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mendesak Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia membuktikan siapa pengusaha yang meminta Pemilu 2024 ditunda ke tahun 2027. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Partai Buruh menentang keras keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 sebesar 5,6 persen atau setara dengan Rp 4,9 juta.

"Kenaikan UMP DKI 5,6 persen, tidak akan bisa memenuhi kebutuhan buruh dan rakyat kecil di Jakarta," ujar Presiden Partai Buruh, Said Iqbal berdasarkan keterangannya, Senin (28/11/2022).

Said menjelaskan perhitungan pengeluaran masyarakat untuk membayar sewa rumah sudah ada di angka Rp 900.000 per bulan.

Sementara pengeluaran untuk transportasi dari rumah ke tempat kerja (pulang pergi). Kemudian, saat hari libur bersosialisasi dengan saudara.

Baca juga: Teuku Wisnu Rayakan Ulang Tahun ke-8 Bisnis Malang Strudel hingga Bagikan Hadiah 8 Motor Listrik

Ia memperkirakan, hal tersebut dibutuhkan pengeluaran sebesar Rp 900.000 per bulan juga.

"Kemudian untuk makan di warteg tiga kali sehari dengan anggaran Rp 40.000. Dalam sebulan menghabiskan Rp 1,2 juta untuk makan," ucap Said.

Lebih lanjut, biaya listrik Rp 400.000 dan biaya komunikasi Rp 300.000 per bulan. Sehingga total pengeluaran kasar buruh dalam sebulan Rp 3,7 juta.

"Jika upah buruh Rp 4,9 juta lalu dikurangi Rp 3,7 juta, sisanya hanya Rp 1,2 juta. Apakah cukup membeli pakaian, air minum, iuran warta, dan berbagai kebutuhan lain?" Kata Said mempertanyakan.

Baca juga: Mi Ayam Bakso Ketupat Tahu Bang Adi, Kuliner Langganan Iwa K Hingga Posan Tobing di Pondok Gede

Said menegaskan dengan kenaikan UMP 2023 sebesar 5,6 persen, buruh akan tetap miskin.

Diketahui sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 naik sebesar 5,6 persen atau naik menjadi Rp 4,9 juta.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah usai rapat pimpinan (rapim) di Balai Kota DKI Jakarta, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2022).

"Penetapan UMP 2023 tersebut sesuai Permenaker Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023," ujar Andri.

Andri kembali menjelaskan bahwa sebelum penetapan UMP 2023, sebelumnya telah ada pembahasan dalam rapat dewan pengupahan.

Di mana rapat dewan pengupahan menghadirkan beberapa unsur: pemerintah, pengusaha yang diwakilkan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), buruh, lalu yang terakhir Kamar Dagang dan Industri (Kadin). (m36)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved