Sejarah Jakarta

Sejarah Jakarta: Ondel-ondel Lebih Tua dari Masuknya Islam di Betawi

Saking tuanya usia Ondel-ondel di Betawi, kebudayaan tersebut sangat erat dengan Sejarah Jakarta.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
istimewa
Ilustrasi Ondel-Ondel. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tidak ada yang tahu pasti kapan Ondel-ondel masuk ke Jakarta dan menjadi budaya Betawi. Saking tuanya usia Ondel-ondel di Betawi, kebudayaan tersebut sangat erat dengan Sejarah Jakarta.

Sepanjang Sejarah Jakarta, Ondel-ondel terus mengalami transformasi fungsi. Misalnya saja, saat ini, dalam budaya Jakarta, Ondel-ondel digunakan sebagai alat untuk memeriahkan acara hingga mengamen.

Saat ini sosoknya yang unik membuat acara Hari Ulang Tahun Kota Jakarta semakin meriah.

Bukan hanya itu, Ondel-ondel juga kini menjadi ikon Jakarta selain Monas dan Pencak Silat.

Padahal, dalam Sejarah Jakarta yang dikutip dari petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id dulunya boneka raksasa itu sering diarak keliling kampung oleh warga Betawi.

Ternyata pada Sejarah Ondel-ondel disebut Barongan, namun tak ada yang tahu pasti arti kata tersebut.

Mungkin berasal dari kata Barengan yang berarti bareng-bareng atau sama-sama. Sebutan itu sebenarnya dari kalimat ajakan dalam logat Betawi "nyok, kite ngarak bareng-bareng".

Sejak kapan kemunculannya Ondel-ondel? Asal muasal Ondel-ondel tidak ada yang dapat menjawab dengan pasti. Pastinya boneka raksasa ini sudah ada sejak atau bahkan jauh sebelum Vereenigde Oostindische Compagnie masuk ke Nusantara.

Dalam Sejarah Ondel-ondel sosok besar tersebut adalah tokoh yang dihilangkan pada Sendratari Reog versi Wengker dari Ponorogo.

Tokoh tersebut adalah sepasang mahluk halus dengan tubuh raksasa, tetapi karena mengganggu perjalanan Singo Barong, maka dikutuklah mereka menjadi burung gagak dan burung merak dalam bentuk raksasa pula.

Namun pada pemerintahan Batara Katong, tokoh-tokoh yang tidak terlalu penting dihilangkan.

Pada kesenian Jathilan Jawa Tengah dikenal dengan gendruwon gede, di Pasundan dikenal dengan sebutan Badawang, yang sudah ada sejak paska Perang Bubat yang dibawa pejabat Sunda yang masih hidup dengan membawa Angklung Reyog, sedangkan di Bali lebih dikenal dengan nama Barong Landung yang merupakan jenis Barong Bali yang dibawa raja Airlangga saat menyelamatkan diri.

Seorang narasumber selaku pengamat seni dan budaya, menyebutkan bahwa dulunya Ondel-ondel memiliki nama "Barongan", sama halnya seperti Barongan Bali (Barong Landung), Barongan Jawa Tengah (Reog Ponorogo), dan Barongan dari negeri China (Barongsai dan Liongsai).

Istilah Ondel-ondel tidak diketahui pasti asal mulanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved