Gempa Bumi

Pernyataannya Dianggap Bikin Gaduh, ICPW Minta Kapolri Tindak Tegas Kapolres Cianjur

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta menindak tegas Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan terkait pencopotan label bantuan organisasi keagamaan

Istimewa
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta menindak tegas Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan terkait pencopotan label bantuan organisasi keagamaan bagi korban gempa bumi di Cianjur. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta menindak tegas Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan terkait pencopotan label bantuan organisasi keagamaan bagi korban gempa.

Pasalnya AKBP Doni menyebut aksi pencopotan label bantuan keagamaan itu merupakan bukan aksi Intoleran. Padahal aksi tersebut sudah jelas merupakan aksi intoleran.

Ketua Presidium Indonesian Civilian Police Watch (ICPW) Bambang Suranto mengatakan sikap Doni itu sangat bertolak belakang dengan kenyataan pencopotan label bantuan di posko pengungsian.

"Kapolri harus menindak tegas anak buahnya yaitu Kapolres Cianjur, karena pernyataan aksi pencopotan label bantuan organisasi keagamaan tertentu bukan aksi intoleran," ucap Bambang, berdasarkan keterangan, Senin (28/11/2022).

Baca juga: VIDEO Viral Aksi Intoleran Terjadi di Saat Musibah Gempa Cianjur

Menurut Bambang, pernyataan tersebut kurang pantas diucapkan oleh seorang perwira anggota kepolisian yang mana tugas dan fungsinya adalah untuk mengayomi dan melindungi masyarakat.

Hal tersebut sesuai dengan tupoksi dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 pada Pasal 13 huruf a dan c tentang Kepolisian RI.

"Seharusnya, Kapolres Cianjur lebih fokus dalam penanganan pascagempa, bukan menimbulkan kegaduhan melalui pernyataan tentang aksi intoleran oleh sekelompok masyarakat," ujarnya.

Bambang menambahkan apabila ditemukan ada sekelompok organisasi masyarakat yang ingin memprovokasi dengan aksi intoleran, Kapolres Cianjur wajib menindak tegas kelompok tersebut.

Baca juga: Gereja Bantu Korban Gempa, Ormas Cianjur Bereaksi Keras, Ini Kata Ridwan Kamil

Sebelumnya viral di media sosial sejumlah orang mencopot tulisan atau banner gereja bertulis Gereja Reformed Injili Indonesia yang disebut tertempel di tenda pengungsi gempa di Cianjur.

Banner gereja itu dipasang di tenda-tenda yang diperuntukkan bagi pengungsi korban gempa di Cianjur. Belum diketahui lokasi tenda pengungsi pencopotan banner gereja tersebut.

Dalam video, terdengar narasi orang mengatakan “pembongkaran” banner-banner yang ditempel memanjang di tenda berwarna biru itu.

“Pembongkaran,” ucap suara di video tersebut sembari tertawa.

Tak hanya satu, ada juga satu orang mengenakan kopiah putih dan baju koko sedang merekam aksi orang yang sedang mencopot banner di tenda pengungsi lainnya tersebut.

Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan menyikapi pencabutan label nama salah satu gereja di tenda pengungsian dilakukan oleh salah satu organisasi masyarakat (ormas) agar netral semuanya.

Menurutnya pengungsi dan ormas itu sebenarnya tidak menolak bantuan yang diberikan oleh Gereja Reformed Injili Indonesia sebagaimana tertulis di tenda mereka dan hanya mencabut labelnya saja.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved