Polisi Tembak Polisi

Ferdy Sambo Lihat Foto Keluarga Sambil Menangis Saat Perintahkan Rusak Barang Bukti

Mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo disebut menangis sambil menatap foto keluarga saat perintahkan penghancuran barang bukti CCTV.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Warta Kota/YULIANTO
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo sedang mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (22/11/2022). Sidang itu mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo disebut menangis sambil menatap foto keluarga saat perintahkan penghancuran barang bukti CCTV.

Kondisi Ferdy Sambo yang menangis saat perintahkan anak buahnya hancurkan barang bukti CCTV diungkapkan Arif Rachman Arifin saat sidang obstruction of justice di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (13/11/2022).

Di dalam persidangan Senin (28/11/2022), Arif menceritakan kala itu, pada Rabu (13/7/2022) dia diajak Mantan Kepala Biro Pengamanan Internal (Paminal) Divisi Propam Polri, Hendra Kurniawan untuk bertemu Ferdy Sambo di ruangan Kadiv Propam Polri.

Begitu tiba di ruangan, Hendra menjelaskan kepada Ferdy Sambo perihal laporan Arif soal keberadaan Brigadir J di rekaman CCTV.

"Izin bang, dini hari Arif sedang nonton CCTV. Terlihat Yosua masih hidup ketika abang tiba di rumah," ujar Arif menirukan ucapan Hendra kepada Sambo seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Dua kali Hendra menjelaskan, Sambo tak bergeming. Hendra pun berinisiatif meminta Arif untuk menjelaskan kepada Sambo.

Kemudian Arif menceritakan kepada Sambo soal rekaman CCTV yang dilihatnya pada dini hari itu. Lagi-lagi Sambo tak memberikan respon.

"Beliau (Ferdy Sambo) cuma terdiam," kata Arif saat memberikan keterangan di dalam persidangan pada Senin (28/11/2022).

Beberapa saat kemudian, raut wajah Sambo berubah agak marah. Dia pun meyakinkan Arif bahwa hal yang dilihathya di CCTV tidak benar.

"Enggak benar itu. Sudah kamu percaya saya saja," kata Arif menirukan ucapan Sambo waktu itu.

Sambo pun melanjutkan dengan bertanya siapa saja yang telah melihat rekaman CCTV tersebut.

Kemudian Arif menjawab ada empat orang, yaitu dirinya, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, dan Ridwan Soplanit.

Dijelaskan pula kepada Sambo bahwa file rekaman itu disimpan dalam flashdisk yang menempel di laptop miliknya. Lantas Sambo menyahut dengan peringatan.

"Berarti kalau sampai bocor, kalian berempatlah yang bocorin," ujar Arif menirukan ucapan Sambo.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved