Berita DPRD Kota Bogor

DPRD Kota Bogor Gelar Rapat Dengar Pendapat Soal Raperda Pinjol, Ini Kata Angga Alan Surawijaya

Gelar Rapat Dengar Pendapat soal Raperda Pinjol, Ini kata Pimpinan Pansus Raperda Pinjol DPRD Kota Bogor, Angga Alan Surawijaya.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Humas DPRD Kota Bogor
DPRD Kota Bogor Gelar Rapat Dengar Pendapat Soal Raperda Pinjol, Ini Kata Angga Alan Surawijaya 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - DPRD Kota Bogor gelar Rapat Dengar Pendapat soal Raperda Pinjol, Ini Kata Angga Alan Surawijaya

Dampak pinjaman online membuat resah warga Kota Bogor. Hal itu pun menjadi perhatian DPRD Kota Bogor.

Sebab itu, DPRD Kota Bogor membuat raperda inisiatif pinjaman online atau pinjol.

Baca juga: DPRD Kota Bogor Ajukan Tiga Raperda Inisiatif Dapat Apresiasi dari Bima Arya

Kemudian Tim Pansus Raperda inisiatif tentang Perlindungan dan Pencegahan Dampak Pinjol, Renternir dan Bank Keliling menggelar rapat dengar pendapat (RDP), Kamis (24/11/2022).

Pimpinan Pansus Raperda Pinjol, Angga Alan Surawijaya, mengatakan, RDP ini digelar oleh tim pansus guna menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya akan dimasukkan kedalam draft Raperda.

"Banyak masukan dari masyarakat terutama soal kondisi dilapangan tentang maraknya pinjol, bank keliling dan sebagainya sehingga meresahkan masyarakat serta sebagian besar meminta menertibkan lembaga-lembaga ini," kata Angga, Senin (28/11/2022).

Banyaknya aduan dan masukan dari masyarakat ini, nantinya kata Angga akan ditindaklanjuti dengan memastikan peraturan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan tupoksi dinas yang menjadi penyelenggara Perda.

"Tentunya akan kita tindaklanjuti sesuai kewenangan yang dimiliki Pemkot Bogor, dan juga mudah-mudahan masukan ini akan kita bahas di rapat selanjutnya bersama Pemkot Bogor," tutur Angga.

Angga juga memastikan bahwa Raperda tentang Pinjol ini akan diharmonisasikan dengan peraturan yang ada di tingkat pemerintah pusat.

Sehingga, nantinya terdapat batasan jelas antara wewenang pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam hal pencegahan dan penanggulangan dampak dari Pinjol.

"Masalahnya sekarang ini belum ada payung hukum yang secara khusus mengatur permasalahan pinjol, bank keliling dan sebagainya, tetapi kita berupaya untuk mencari celah hukum yang sekiranya secara aturan tidak bertentangan dengan pusat, tetapi secara efek bisa mengurangi dampak dari maraknya pinjol maupun bank keliling dilapangan," kata Angga.

Baca juga: Mardiyanto Anggota DPRD Kota Bogor Bantu Warga Lebak Nangka Bikin Jembatan

Untuk diketahui, berdasarkan hasil survey yang ada, para pengguna pinjol di Indonesia, didominasi oleh guru, ibu rumah tangga dan mahasiswa.

Sehingga, menurut Angga, akan ada penekanan didalam Raperda yang menuntut Pemkot Bogor untuk melakukan sosialisasi agar masyarakat bisa menahan diri agar tidak terlibat dengan pinjol.

"Nanti dalam pinjol ini kita akan menekankan pada upaya penguatan Pemkot Bogor untuk bisa mensosialisasikan kepada masyarakat, pertama berkaitan dengan menahan diri untuk meminjam. Lalu selektif dalam memilih penyedia pinjaman dan mendorong agar lembaga pinjaman ilegal bisa ditertibkan," pungkasnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved