Berita Regional

Anak Presiden Sindir Tambang Pasir Ilegal di Klaten, Sebut Ada Sosok yang Mengerikan

Anak Presiden Jokowi sekaligus Wali Kota Solo Gibran Rakabuming sindir soal sosok kuat yang mengendalikan tambang pasir ilegal di Klaten.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Tangkapan video youtube beritasurakarta
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka terlambat mendampingi ayahnya, Presiden Jokowi, dalam kunjungan bersama lima menteri ke Pura Mangkunegaran, Solo, Minggu (16/10/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Anak Presiden Jokowi sekaligus Wali Kota Solo Gibran Rakabuming sindir soal sosok kuat yang mengendalikan tambang pasir ilegal di Klaten.

Sindiran Gibran itu disampaikannya di akun twitternya usai dipancing netizen terkait maraknya tambang pasir ilegal di Klaten, Jawa Tengah.

Akun Twitter bernama @amr715882 menuliskan bahwa ada tambang pasir ilegal di Klaten.
Ia menyebut tambang ilegal tersebut berada di 20 titik yang tersebar di Klaten.

Dirinya pun menuliskan cuitannya tersebut dengan menautkan akun Twitter Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, untuk meminta agar dilakukan penindakan.

"Mas..sampekan ke pak @jokowi untuk menindak tambang pasir ilegal yg ada di Kab. Klaten. Lebih dari 20 titik lokasi.. tp dibiarkan.. @ListyoSigitP @ganjarpranowo," tulis akun tersebut dikutip dari Tribunnews.com.

Lantas, Gibran pun membalas cuitan akun itu dan menuliskan bahwa kasus tambang ilegal tersebut sudah dikeluhkan oleh Bupati Klaten beberapa kali.

Bahkan, kata Gibran, tambang pasir ilegal itu dibeking oleh orang tertentu.

"Ya pak. Ini bupati juga beberapa kali mengeluh ke saya. Backingannya ngeri," jawab Gibran.

Dari cuitan Gibran pun Polres Klaten langsung bergerak.

Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo, mengungkapkan pihaknya sudah menindaklanjuti soal adanya tambang ilegal di Klaten tersebut.

Eko menjelaskan pihaknya menggandeng Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Tengah untuk mengecek ke lapangan secara langsung.

"Kalau memang ada nanti kita tunggu penanganan lebih lanjut," tuturnya, Senin (28/11/2022) dikutip dari TribunSolo.

Lanjut Eko, beberapa instansi terkait juga sudah sepakat untuk mengecek lokasi yang dimaksud.

"Tidak hanya Polri sendiri, karena ini keterikatan beberapa instansi dinas terkait untuk turun langsung," jelasnya.

Baca juga: Gibran Rakabuming Belajar Transportasi Perkotaan dari Anies Baswedan

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved