Terorisme
Kelompok Teroris dan Ekstremis Kerap Gunakan Internet untuk Propaganda Hingga Pendanaan
Kelompok teroris dan ekstremis menyalahgunakan internet untuk melakukan propaganda dan menyedot pendanaan terorisme yang menargetkan generasi muda.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kelompok teroris dan ekstremis kerap menyalahgunakan internet untuk melakukan propaganda dan berusaha menyedot pendanaan terorisme yang menargetkan generasi muda.
Kepala BNPT RI Komjen Pol Boy Rafli Amar menambahkan bahkan kelompok teroris dan ekstremis tersebut mendorong untuk pelibatan perempuan dalam melakukan aksi teror.
"Selama ini kelompok teroris menyalahgunakan internet untuk melakukan propaganda, rekrutmen, perencanaan hingga pendanaan tindak pidana terorisme yang menargetkan anak muda," jelas Boy, berdasar keterangan, Sabtu (26/11/2022).
Boy Rafli juga menyoroti hal lainnya dalam Aqaba Process - Southeast Asia High Level Tech Meeting Preventing Terrorist and Violent Extremist Exploitation of the Internet yang digelar di Bali.
Baca juga: Bawahan AKP Irfan Widyanto Sempat Mengira Ada Teroris di Rumah Dinas Ferdy Sambo: Menegangkan
Menurut Kepala BNPT RI yang menjadi co-chair dalam pertemuan ini perlu ada komitmen bersama antara pemerintah, entitas internasional, maupun organisasi, dan perusahan teknologi menghadapi tantangan tersebut.
Berbagai organisasi internasional dan perusahaan teknologi dianggap penting untuk bisa mengatasi tantangan eksploitasi internet kelompok teroris dan ekstremis kekerasan.
“Sangat penting menggunakan suatu pendekatan multidisiplin dengan menguatkan kemitraan tidak hanya antarnegara,” lanjutnya.
Pada akhir pertemuan ini pemerintah, organisasi internasional dan perusahaan teknologi sepakat untuk memperkuat kerja sama penanggulangan terorisme dan esktremisme kekerasan khususnya antara negara – negara Kawasan Asia Tenggara.
Baca juga: 2 Oknum Brimob Polda Lampung Diringkus Densus 88, Diduga Suplai Amunisi Senpi ke Terduga Teroris
Selain dihadiri perwakilan negara-negara sahabat di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Inggris, Yordania, Perancis, hingga AS, pertemuan ini juga diikuti perusahaan teknologi seperti Microsoft, Meta, Tik Tok, YouTube, dan Google.
Aqaba Process merupakan inisiatif yang dibuat oleh King Abdullah II dari Kerajaan Yordania pada tahun 2015 untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama di bidang keamanan dan militer untuk menanggulangi terorisme dan ekstremisme.
Aqaba Process - Southeast Asia High Level Tech Meeting Preventing Terrorist and Violent Extremist Exploitation of the Internet digelar bersama oleh Pemerintah Indonesia dan Australia dan didukung oleh Kerajaan Hasyimiyah Yordania.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Kepala-BNPT-RI-Komjen-Pol-Boy-Rafli-Amar.jpg)