Covid 19

Jelang Akhir Tahun, Masyarakat Diminta Waspada Adanya Peningkatan Jumlah Kasus Covid-19

Masyarakat diminta waspada jelang akhir tahun terkait meningkatnya jumlah kasus Covid-19 belakangan ini yang juga kerap terjadi setelah libur panjang.

Istimewa
Seminar Publik bertema “Dukung Vaksinasi Booster, Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku” yang dilakukan secara hybrid di Jakarta belum lama ini mengajak masyarakat untuk waspada peningkatan kasus Covid-19 jelang akhir tahun. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Masyarakat diminta untuk waspada jelang akhir tahun terkait meningkatnya jumlah kasus Covid-19 belakangan ini. Ditambah tren kenaikan jumlah kasus kerap kali dimulai setelah libur panjang.

Koordinator Riset Inovasi Agro, Farmasi dan Pariwisata, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Leni Rosylin mengatakan jumlah kasus Covid-19 sempat turun penyebarannya.

Hanya saja Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan karena subvariant baru dan peningkatan mobilitas masyarakat meski dibanding negara lain, peningkatan kasus Indonesia belum signifikan.

“Kita tetap perlu waspada dan menerapkan 3M serta vaksinasi booster, karena saat ini tingkat fatalitas kasus Covid-19 tertinggi masih berada di lansia dan orang yang belum divaksinasi dosis lengkap,” ujarnya, berdasar keterangan, Sabtu (26/11/2022).

Baca juga: Pedagang Pasar Mampang Bangkrut, Menaruh Asa Pemerintah Segera Bantu, Dampak Pandemi Virus Corona

Leni yang mewakili Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengatakan perlu dilakukan pemantauan Covid-19 beserta subvarian dengan terus melakukan 3T (Tracing, Testing, dan Treatment).

Sejak kemunculan kasus pertama Covid-19 pada Maret 2020, tercatat beberapa kali momen libur panjang maupun cuti bersama berdampak pada peningkatan kasus virus corona.

Hal ini disebabkan tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang, baik bepergian keluar negeri ataupun di dalam negeri, kurangnya kesadaran dalam menjaga Prokes serta belum melakukan vaksinasi lengkap.

“Dalam hal ini KPCPEN juga terus mendukung Kemenkes dan organisasi lintas sektor dalam menggencarkan vaksinasi dosis lengkap dan booster hingga mencapai target dari WHO,” ujar Leni.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Indonesia 25 November 2022: 35 Pasien Meninggal, 6.752 Sembuh, 5.976 Orang Positif

Selain itu penggunaan PeduliLindungi kembali diintensifkan di masyarakat, serta mempersiapkan fasilitas kesehatan dan logistik jika terjadi lonjakan kasus serta melakukan monitoring dan evaluasi PPKM secara berkala.

Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia Dr. Pandu Riono, MPH., Ph.D mengatakan bahwa sejumlah langkah memang harus dilakukan di antaranya menerapkan protokol kesehatan hingga vaksinasi.

Hal tersebut diungkapkan saat seminar publik bertema “Dukung Vaksinasi Booster, Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku” yang dilakukan secara hybrid di Jakarta belum lama ini.

“Dalam menghadapi wabah penyakit menular, kita harus menghindari penularan dengan Prokes dan menekan dampak penularannya dengan vaksinasi yang dapat meningkatkan imunitas,” katanya.

Apabila imunitas penduduk sudah terpenuhi melalui vaksinasi booster terutama bagi penduduk yang sangat rawan, maka pandemi akan terkendali dengan baik dan dapat segera diakhiri semua.

Daryl Martyris Acting Director Kantor Kesehatan USAID Indonesia mengatakan bahwa kampanye kesehatan harus terus dilakukan dalam rangka untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sejak kasus Covid-19 merebak di Indonesia pada Maret 2020, USAID ikut berperan aktif membantu dalam menanggulangi Covid-19 di Indonesia dan terutama juga mencegah penyebaran menyambut kegiatan akhir tahun.

“USAID memuji pemerintah Indonesia atas penanganannya terhadap pandemi global dan khususnya atas pencapaiannya terkait jutaan masyarakat yang telah di vaksinasi dan terus mengupayakan cakupan vaksinasi dan booster yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved