Gempa Bumi

Jalur Nagrag - Benjot Macet Parah, Distribusi Bantuan ke Posko Pengungsian Gempa Cianjur Terhambat

Jalur Gatot Mangkupraja yang menghubungkan Desa Nagrag di Kecamatan Cianjur dengan Desa Benjot di Kecamatan Cugenang terpantau mengalami macet parah.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Hironimus Rama
Jalur Gatot Mangkupraja yang menghubungkan Desa Nagrag di Kecamatan Cianjur dengan Desa Benjot di Kecamatan Cugenang terpantau macet parah pada Sabtu (26/11/2022). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CUGENANG - Jalur Gatot Mangkupraja yang menghubungkan Desa Nagrag di Kecamatan Cianjur dengan Desa Benjot di Kecamatan Cugenang terpantau macet parah pada Sabtu (26/11/2022).

Kemacetan di jalur evakuasi korban gempa bumi Cianjur ini terjadi sejak pagi hingga malam hari.

Pantauan TribunnewsDepok.com, kemacetan terjadi mulai dari pertigaan Desa Benjot hingga pertigaan Nagrak di Jalan Raya Sukabumi, Cianjur.

Jalur jalan yang sempit ini dijejali berbagai kendaraan jenis kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil ambulans hingga mobil distribusi logistik dari pemerintah dan relawan.

Baca juga: Tinggal di Tenda, Korban Gempa Bumi di Desa Sarampad Keluhkan Kekurangan Air Bersih

Wartawan TribunnewsDepok.com sempat melintasi jalur ini pada Sabtu pagi dan sore.

Butuh waktu dua jam untuk bisa menembus kemacetan di jalur sepanjang 4,5 kilometer ini. Selain karena jalan yang sempit, pengendara motor yang tidak tertib juga menjadi biang kerok kemacetan.

Pengendara motor yang tak sabaran dengan kondisi macet nekat mengambil jalur kendaraan arah berlawanan sehingga membuat lalu lintas terkunci.

Kemacetan yang mengular ini membuat seorang relawan yang mengatur lalu lintas marah.

Baca juga: Diguncang Gempa Bumi di Cianjur, 40 Persen Rumah di Desa Sarampad Alami Rusak Berat

"Kalian ini bikin macet saja, bukannya membantu pengungsi malah menghambat distribusi logistik ke atas (arah Benjot-Red)," kata Adi, seorang relawan gempa di Benjot kepada para pengendara motor, Sabtu (26/11/2022).

Dia mengaku stres karena ulah para pengendara motor dari arah Benjot yang sering mengambil jalur jalan kendaraan yang datang dari arah Nagrag.

"Gara-gara pengendara tidak tertib, proses distribusi logistik dari relawan jadi terhambat. Padahal masih banyak pengungsi yang butuh logistik di lokasi bencana gempa," tandas Adi. 

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved