Breaking News:

Berita Nasional

IAW Berharap Kasus Ferdy Sambo Bisa Menjadi Sumbu Perbaikan Institusi Polri

Iskandar juga meminta agar kapolri berperan serta untuk menyudahi adanya 'perang bintang

Editor: Feryanto Hadi
HO/Wartakotalive
Ilustrasi: Ferdy Sambo? 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Sekretaris Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus menyoroti kasus yang menimpa Ferdy Sambo dan kelompoknya yang membongkar adanya praktik buruk di lingkungan Polri.

Iskandar menyebut bahwa menilik kasus kejahatan pembunuhan oleh Irjend Pol Ferdy Sambo terhadap ajudannya sampai terungkap hal-hal buruk dilingkungan Polri kami nilai sebagai sesuatu bahan yang penting bagi Presiden agar sesegera melakukan pembenahan secara mendasar.

"Pengungkapan hal-hal buruk itu disatu sisi seakan terkesan hendak mengotori Polri namun disisi lain bisa juga hendak mengatakan harus sesegera dilakukan bersih-bersih terhadap institusi," ujar Iskandar Sitorus melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (26/11/2022)

Kedua kesan itu, kata dia, hendaknya bisa diramu menjadi simpul oleh Presiden untuk kemudian ditatakelola di lembaga kepresidenan guna meraih kembali simpatik publik terhadap Polri.

Baca juga: Dipertanyakan, Gaji Ferdy Sambo Rp35 Juta Tapi Belanja Bulanan Rp600 Juta

"Jangan sampai momentum itu hilang sia-sia tanpa nilai tambah terhadap institusi Polri," ungkapnya

Iskandar juga meminta agar kapolri berperan serta untuk menyudahi adanya 'perang bintang' yang terkesan hanya ingin saling menjatuhkan.

"Disudahi saja pertikaian antarpersonel di level Mabes Polri entah apapun yang akan menjadi motif penuntasannya."

"Karena saat ini kecenderungan konflik akan melebar sampai ke jenjang di bawah Mabes Polri. Itu semakin terbuka. Itu tentu akan merugikan Polri. Keseluruhan itu tentu akan membuat ruwet pemikiran Presiden," ungkap Iskandar

Baca juga: Bantah Terima Setoran Tambang Ilegal, Kabareskrim Serang Balik Sambo Cs: Mereka Sedang Alihkan Isu

Iskandar juga menyoroti adanya oknum Polisi yang sudah dipecat diketahui publik melakukan kejahatan atau minimal sedang di sidang pengadilan, namun belakangan ini malah 'berhasil' memposisikan diri menjadi seperti layaknya Polisi yang baik.

" Personel itu dan atau bagian-bagiannya kini terkesan mampu melakukan tindakan adu domba diinstitusinya. Kondisi itu sangat tidak ideal dari sisi manajemen. Itu sebuah aib besar," ungkapnya.

Jikalau memang motif semua personel Polri yang terseret hiruk pikuk saat ini memang benar hendak melakukan pembenahan, maka pertanyaannya adalah kenapa tidak dilakukan saat mereka belum terseret masalah.

Baca juga: Beda Keterangan ART Ferdy Sambo dan Ketua RT Kompleks Polri Duren Tiga soal CCTV

"Sayang niat pembenahan dikumandangkan saat mereka dalam kondisi berlumur darah."

"Kalaupun hendak memaklumi bahwa saling sikut diantara personil Polri dilevel Mabes saat ini bertujuan untuk kebaikan Polri, lantas, mengapa Kapolri tidak hadir sesuai dengan tupoksinya dalam penataan sikut menyikut tersebut?"

Pembiaran terhadap kondisi itu, kata dia, sangat vulgar diketahui oleh publik baik melalui pemberitaan dan jejaring media sosial.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved