Gempa Bumi

Diguncang Gempa Bumi di Cianjur, 40 Persen Rumah di Desa Sarampad Alami Rusak Berat

Gempa bumi M 5,6 yang menghantam Kabupaten Cianjur pada Senin (21/11/2022) membuat 40 persen rumah di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, rusak parah.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Hironimus Rama
Gempa bumi M 5,6 yang menghantam Kabupaten Cianjur pada Senin (21/11/2022) membuat 40 persen rumah di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, rusak parah. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CUGENANG - Gempa bumi M 5,6 yang menghantam Kabupaten Cianjur pada Senin (21/11/2022) membuat ratusan rumah di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, rusak parah.

Kepala Desa Sarampad Dudu Abdurajab mengatakan data pasti kerusakan bangunan dan sarana prasarana sedang didata, baik rusak ringan, sedang maupun berat.

"Semua rumah di Sarampad rusak ringan dan sebagian rusak sedang. Sekitar 40 persen rusak berat," kata Dudu di Sarampad, Sabtu (26/11/2022). 

Titik terparah kerusakan ada di Kampung Salakawung, Cisarua, Sarampad, Jamaras, dan Sukawarna.

"Di Kampung Sarampad 80 persen rumah rusak berat. Hanya 3 rumah dari sekira 80 rumah di kampung ini yang masih tegak berdiri," ujarnya.

Baca juga: Blitzen Nyanyikan Lagu Player Number One, Garap Klip Bernuansa Video Game, Nature dan Etnik Lokal

Selain rumah, fasilitas lainnya yang rusak adalah 6 masjid, 5 sekolah dan beberapa madrasah.

"Petugas sedang melakukan pendataan. Setelah pendataan detail, nanti akan diverifikasi BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk mendapatkan bantuan pemerintah," jelas Dudu.

Untuk korban jiwa, hingga saat ini ada 31 orang yang meninggal dunia dalam bencana gempa bumi ini.

"Korban meninggal dunia sebagian besar tertimbun material bangunan. Mereka sudah dievakuasi dan dimakamkan," ucapnya.

Sementara ratusan korban luka-luka sudah ditangani langsung setelah bencana.

Baca juga: Jelang Lawan Tunisia, Graham Arnold: Tiada yang Saya Inginkan Selain Bikin Orang Australia Tersenyum

"Korban luka-luka ditangani petugas medis. Ada yang dibawa langsung ke Puskesmas oleh warga, tetapi ada juga yang ditangani petugas di lokasi pengungsian," tutur Dudu.

Sejauh ini tidak ada laporan orang hilang di Desa Sarampad. Ribuan warga Desa Sarampad saat ini mengungsi di 136 titik pengungsian di wilayah ini.

"Posko pengungsian ada di tempat-tempat yang lahannya luas seperti persawahan," jelas Dudu.

Dudu mengakui warga enggan diungsikan ke Posko Kecamatan Cugenang di Cariu.

"Masyarakat di sini tidak mau ke posko Kecamatan Cugenang. Selain jauh, masyarakat di sini melihat rumahnnya belum terlalu roboh banget," tandasnya.

Pantauan TribunnewsDepok.com, kondisi Desa Sarampad memang luluh lantak usai digoyang gempa pada awal pekan ini.

Tampak rumah-rumah yang roboh di pinggir jalan. Sebagian rumah bahkan rata dengan tanah. Warga mengungsi di tenda-tenda terpal di lahan kosong dan area persawahan di desa ini.

Beberapa tenda besar dibangun oleh BNPB dan Kementerian Sosial. Sementara beberapa tenda yang lebih kecil dibangun secara mandiri oleh warga.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved