Vaksinasi Covid19

Vaksin Booster Kedua Lansia Sudah Tersedia, Dinkes DKI Dorong Warga Booster 1 untuk Warga

Ngabila Salama menginformasikan syarat pemberian vaksinasi dosis booster kedua minimal berjarak enam bulan

instagram
Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta, Ngabila Salama menginformasikan syarat pemberian vaksinasi dosis booster kedua untuk lansia 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mulai November 2022, pemberian vaksinasi Covid-19 dosis booster kedua (vaksin dosis keempat) bagi lansia berusia minimal 60 tahun ke atas telah tersedia.

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menegaskan bahwa vaksinasi dosis booster kedua tersebut telah mendapat persetujuan pengguna dalam kondisi darurat atau Emergency Used Authorization (EUA) dari BPOM.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta, Ngabila Salama menginformasikan syarat pemberian vaksinasi dosis booster kedua minimal berjarak enam bulan dari dosis ketiga (vaksinasi covid-19 dosis booster pertama).

"Kalau terkena Covid-19, minimal jarak waktunya satu bulan setelah sembuh dari Covid-19," ujar Ngabila melalui pesan singkat WhatsApp kepada Warta Kota, Kamis (24/11/2022).

Baca juga: Daftar Lokasi Vaksin Covid19 Booster Kedua untuk Lansia di Jakarta Timur, Penuhi 3 Syarat Ini

Ngabila menegaskan bahwa semua jenis atau merek vaksin aman, sehat, bermanfaat, dan berkualitas.

Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dan terlalu memilih-milih jenis atau merek vaksin.

Adapun jenis atau merek vaksin yang tersedia di DKI Jakarta, Ngabila menginformasikan saat ini hanya terdapat zifivax dan pfizer.

"Bagi lansia yang sebelumnya vaksin dengan sinophram, dapat divaksin dosis empat atau booster kedua menggunakan zifivax," jelas Ngabila.

Lebih lanjut, Ngabila mengaku bahwa Dinkes DKI Jakarta saat ini belum berencana untuk membuka vaksinasi dosis booster kedua tersebut bagi masyarakat umum (selain lansia).

Baca juga: Kabar Gembira, Lansia Sudah Bisa Divaksin Covid19 Booster Kedua, Ini Jenis yang Dipakai

Pihaknya hingga saat ini masih menunggu arahan dan regulasi dari pemerintah pusat, yaitu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

"Bagi masyarakat umum, yang terpenting kita optimalkan terlebih dahulu dosis ketiga atau booster pertama bagi usia 18 tahun ke atas," kata Ngabila.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya juga tengah menggenjot vaksinasi dosis kedua bagi masyarakat berusia 6 hingga 17 tahun.

Hal tersebut juga berlaku bagi kelompok rentan yang memiliki komorbid seperti: hipertensi, stroke, penyakit ginjal, penyakit jantung, kanker, TBC, HIV, dan lain sebagainya. (m36)  

 

Baca berita Wartakotalive.con lainnya di Google News

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved