Berita Jakarta

Gudang Distributor Obat Digeledah Bareskrim Polri, Ini Barang Bukti yang Disita

Gudang distributor obat milik PT DN menjadi sasaran penyidik untuk melakukan penggeledahan pada Rabu (23/11/2022) kemarin.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Penggeledahan kembali dilakukan Bareskrim Polri terkait kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) pada anak.

Gudang distributor obat milik PT DN menjadi sasaran penyidik untuk melakukan penggeledahan pada Rabu (23/11/2022) kemarin.

Dari sana, penyidik berhasil mengamankan barang bukti seperti obat-obatan.

Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Kamis (24/11/2022).

"Melakukan penambahan barang bukti obat jadi, di gudang distributor PT DN," ujar dia, dalam konferensi pers virtual.

Baca juga: Tersangka Kasus Obat Sirop Penyebab Gangguan Ginjal Akut, Bos Perusahaan Dua Kali Mangkir

Tak hanya itu, penyidik turut melakukan pengecekan terhadap drum bekas yang diduga merupakan bahan campuran obat yang diproduksi oleh PT AF, yaitu PG dengan merk Dow Chemical and Lyondell.

Kemudian, berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap distributor suplier bahan baku yaitu PT MAK di Bareskrim Polri terkait dokumen penjualan ke PT AF tengah dilakukan.

"Meliputi satu pemeriksaan tambahan terhadap karyawan PT AF dan pengecekan barang bukti yang telah diamankan atau yang sudah dipolis lain," kata dia.

Baca juga: Kepala BPOM Dipanggil Polisi Hari Ini Terkait Kasus Obat Sirop Penyebab Gangguan Ginjal Akut

"Kemudian perlu disampaikan juga bahwa berdasarkan hasil analisa penyidik ditemukan adanya kesesuaian barang bukti yang disita dari PT AF yaitu nomor base bahan PG yang diuji Puslabfor Polri menunjukkan hasil di atas ambang batas maksimal," sambungnya. 

Bos pabrik sirop mangkir pemanggilan

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto menuturkan, pihaknya telah memanggil dua kali pemilik perusahaan suplier CV Samudera Chemical (CV SC) inisial E.

Untuk diketahui, E telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus obat sirop penyebab gangguan ginjal akut.

Saat dipanggil Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, E diketahui tidak memenuhinya alias mangkir.

Baca juga: Marquinhos: Jika Brasil Juara Piala Dunia, Semua Orang akan Mengingatmu ke Mana pun Kau Pergi

"Iya kita kan yang jelas sudah memanggil dua kali tidak datang, nanti arahnya kita akan lakukan langkah-langkah berikutnya," kata Rismanto, dalam keterangan yang diterima, Kamis (24/11/2022).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved