Berita Jakarta

25 Tersangka Bentrokan di Mampang Ajukan Praperadilan, Singgung Ada Intimidasi saat Pemeriksaan

Fidel mengatakan pendaftaran sidang praperadilan terkait penetapan tersangka oleh pihak kepolisian terkait peristiwa bentrokan.

Editor: Feryanto Hadi
ist
Fidel Angwarmasse sebagai salah satu kuasa hukum 25 tersangka melakukan pendaftran sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Puluhan orang menjadi tersangka usai terlinlbat bentrok di Mako Cafe, Kawasan Mampang Prapatan, tepatnya di Jalan Terusan Rasuna Said.

Bentrok dua kelompok itu dilatarbelakangi oleh adanya dua pengakuan atas kepemilikan lahan di lokasi itu

Fidel Angwarmasse sebagai salah satu kuasa hukum 25 tersangka melakukan pendaftran sidang praperadilan dengan nomor register: 109/PID.Pra/2022/PN.Jak.Sel di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (23/11/2022)

Fidel mengatakan pendaftaran sidang praperadilan terkait penetapan tersangka oleh pihak kepolisian terkait peristiwa bentrokan.

Menurut Fidel, penetapan tersangka terhadap 25 orang tersebut tidak sesuai dengan prosedur hukum.

Sehingga, Fidel beranggapan bahwa penetapan tersangka itu tidak sah

Baca juga: Tim Kuasa Hukum 25 Tersangka Kasus Bentrokan di Mampang Sambangi Polda Metro

"Dalam jumpa pers polisi, mereka menyebut sebanyak 25 tersangka setelah gelar perkara 18 Oktober. Padahal, yang terjadi dalam BAP itu pada 17 Oktober sudah ditetapkan tersangka. Ini terbukti bahwa penetapan itu tidak melalui proses pemeriksaan saksi," ungkap Fidel.

Apalagi, kata dia, kasus tersebut  bukan laporan model A melainkan laporan model B yang dilaporkan oleh masyarakat .

"Ada beberapa uraian dalam pendaftaran praperadilan ini. Tidak hanya terkait penetapan tersangka, melainkan proses dalam penyelidikan dan penyidikan misalkan mengeluarkan kata mencaci maki, mengintimidasi, mengancam, dan memukul menjambak rambut tersangka tanpa adanya penasehat hukum," ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, kasus bentrokan tersebut diduga karena permasalahan lahan yang ditempati dan dikuasai oleh HT.

Mereka mengklaim menduduki lahan tersebut dengan dasar Surat Kuasa dari Ahli Waris pemilik lahan. 

Baca juga: Polisi Bilang Bentrokan di Desa Wadas Dipicu Pro Kontra Sesama Warga Soal Pembangunan Bendungan

Setelah diajak mediasi oleh korban, Budi Tahapary selaku penerima kuasa pemilik lahan Yahya Adrini didampingi pihak kepolisian RT dan RW.

Namun tidak ada titik temu yang menyebabkan HT dan kelompoknya melakukan pemukulan hingga terjadi keributan di dalam Kafe Mako. 

Korban dilakukan perawatan di RSUD Mampang Prapatan dan dilakukan visum di RS Pusat Pertamina, Jakarta Selatan. 

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved