Satu Keluarga Tewas di Kalideres

Terkuak, Dua dari Empat Jenazah di Kalideres Ternyata Sudah Dimumikan, Polisi Terus Cari Motif

Tempat kejadian perkara (TKP) atau rumah ditemukannya satu keluarga meninggal di Kalideres, Jakarta Barat, disebut sudah tidak steril.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Seorang saksi mata hingga mengucap takbir saat melihat salah satu anggota keluarga yang tewas di Kalideres menyimpan jenazah ibunya yang sudah meninggal dunia di dalam kamar. Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan bahwa pihaknya menemukan saksi mata yang mengetahui saat dua anggota keluarga tewas di Kalideres. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Lebih dari satu pekan, kasus kematian satu keluarga di kawasan Kalideres, Jakarta Barat belum terungkap jelas.

Motif terkait kematian satu keluarga yang terdiri dari empat orang tersebut masih terus didalami sejak ditemukan pada 10 November 2022.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami motif kematian satu keluarga itu.

"Masih dalam penelitian. Ini kan ada dua penyebab kematian dan motif," ujar Hengki, kepada wartawan pada Rabu (23/11/2022).

"Motif sedang didalami sama-sama bersama psikologi forensik. Sekarang sedang diautopsi psikologi secara komprehensif," sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, tempat kejadian perkara (TKP) atau rumah ditemukannya satu keluarga meninggal di Kalideres, Jakarta Barat, disebut sudah tidak steril.

Baca juga: Dua Jasad Lansia Membusuk Ditemukan di Dalam Rumah di Taman Sari, Mirip Kasus di Kalideres

Hal itu menjadi salah satu kendala dalam pengungkapan kasus tersebut.

Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi.

Saat penyidik melakukan olah TKP, kata Hengki, lokasi rumah itu telah ditaburi dengan kopi oleh warga sekitar.

"Ternyata ini TKP sudah kurang steril, mengapa kurang steril? Karena warga yang niatnya mau membantu, langsung disiram kopi," ujar dia, dalam keterangannya, Selasa (22/11/2022).

Hengki mengatakan, tidak sterilnya lokasi tersebut mengganggu proses olah TKP yang digelar oleh penyidik dan dokter forensik.

"Ini agak kacau, kemarin mungkin kedokteran forensik melihat, ini mengganggu karena banyaknya kopi yang disebar," tuturnya.

Kendala lainnya adalah sulitnya tim patologi anatomi untuk mencari penyebab kematian terhadap keempat mayat itu.

Baca juga: Polisi: Anak dari Satu Keluarga Tewas di Kalideres Tetap Beri Susu dan Sisir Mayat Ibunya

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved