Berita Jakarta

Konferensi Internasional Islamic Centre Dunia, JIC Undang 8 Negara Wakili Empat Benua

Setelah absen 3 tahun, JIC mengadakan Konferensi Internasional Islamic Center dunia dengan tema Mewujudkan Peradaban Islam Peluang dan Tantangan

Wartakotalive/M. Rifqi Ibnumays
Acara konferensi internasional Islamic centre di Mercure Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. 

WARTAKOTALIVE.COM, PADEMANGAN - Jakarta Islamic Centre atau JIC adakan konferensi Internasional Islamic Centre dunia di Hotel Mercure Ancol, Pademangan, Jakarta Utara pada Selasa-Rabu (22-23/11/2022).

Pada acara tersebut, JIC mengundang 100 peserta mewakili provinsi di Indonesia dan delapan utusan negara sahabat dari empat benua.

Acara dengan tema “Mewujudkan Peradaban Islam; Peluang dan Tantangan”, terakhir kali diadakan pada 2018 lalu sebelum pandemi Covid-19.

Kepala JIC, Muhammad Subki menjelaskan, terselenggaranya acara itu bertujuan untuk menyatukan pikiran, gagasan antar Islamic centre mewakili provinsi dan negara sahabat.

"Pertama kita silaturahmi, hari ini dan sampai besok, kita mengundang mereka ada dialog lah, problem masing-masing daerah itu apa aja, misalnya ada kurangnya dukungan dari pemerintah daerahnya, ada kekurangan anggaran dan lain sebagainya," kata Subki di lokasi.

Baca juga: Organisasi Konferensi Islam Puji Keberhasilan RI Tanggulangi Kemiskinan

Menurut Subki, konferensi ini juga diadakan untuk berbagai pengalaman dari peserta yang mewakili utusan Islamic centre dari negara-negara sahabat.

"Yang hadir ada dari Jepang, Turki, Sudan, Singapura, Australia, Malaysia, sebenarnya kita undang mereka tuh supaya kita mudah koordinasi aja. Kita menimba pengalaman dari mereka. Kita undang juga Kanada, mereka hadir melalui online," ujarnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dan beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Hidayat, peran Islamic centre pada tahun politik sangat penting untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan masyarakat.

"Sebagaimana Islamic Centre adalah pusat peradaban, maka di tahun politik ini Islamic Centre penting untuk menjadi bagian daripada memastikan peradaban itu hadir di dalam tahun politik," kata Hidayat.

Baca juga: Siti Elina Kerap Didoktrin tentang Negara Islam Indonesia, Datang ke Istana karena Dapat Wangsit

Hidayat juga mengingatkan, lembaga keagamaan jangan sampai menjadi alat untuk memperkeruh keadaan untuk memperoleh kepentingan politik.

"Seharusnya agama itu mencerahkan, agama itu memberikan tanggung jawab, agama itu menghadirkan etika, agama menghadirkan kerjasama, tidak menghadirkan saling memusuhi, tidak menghadirkan saling memfitnah, saling menyebarkan berita-berita palsu, berita-berita bohong," ungkapnya.

"Mudah-mudahan Islamic Centre atau masjid bisa menjadi bagian dari peradaban yang mencerahkan dengan menghadirkan kehidupan yang berakhlak," pungkasnya. (m38)

 

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved