Berita Video

VIDEO Modus Pinjaman Modal, Warga Tertipu Rp 2 Miliar

Seorang warga melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 2 Miliar kepada Polres Metro Jakarta Pusat.

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA PUSAT – Seorang warga melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 2 Miliar kepada Polres Metro Jakarta Pusat.

Dari pelaporan tersebut, dua orang tersangka berinisial RC dan DR berhasil diamankan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin menyebut, kejadian tersebut bermula dari laporan salah seorang warga yang mengaku tertipu setelah meminjam sejumlah uang untuk modal usaha.

"Kami jajaran Polres Metro Jakarta Pusat, menyampaikan rilis terkait dengan penanganan kasus dugaan penipuan dan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 dan/atau 372," ujar Komarudin saat ditemui di Polres Metro Jakarta Pusat, Gunung Sahari, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2022).

"Dengan menggunakan sarana uang, yang menyerupai ataupun didesain mirip dengan uang rupiah pecahan Rp 100.000," lanjutnya.

Komarudin menceritakan, kejadian tersebut bermula dari korban yang membutuhkan uang untuk modal usaha sebesar Rp 5 Miliar. Secara kebetulan, pelaku RC yang mengaku pernah bekerja di PT Pemodalan Nasional Madani (PNM) menawarkan pinjamam modal.

Baca juga: Gagal Lakukan Aksi Begal, Tiga Bocah dengan Celurit Babak Belur Dihajar Warga Bekasi

Oleh RC, pelaku dikenalkan kepada tersangka DL dan JK alias Andika yang disebutkan olehnya dapat memberikan pinjaman modal.

Namun, kata Komarudin, korban diberi syarat untuk membayar administrasi sebesar 10 persen untuk memperlancar pinjaman.

Akan tetapi, korban hanya sanggup membayar Rp 100 juta. Sehingga, pelaku hanya bisa memberi pinjaman sebesar Rp 2 Miliar kepada korban.

Diungkap Komarudin, antara korban dan pelaku telah terjadi komunikasi dan perjanjian di salah satu cafe di ruko Cempaka Mas, Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Baca juga: Empat Tersangka Terkait Konser Berdendang Bergoyang Dipastikan Tidak Dilakukan Penahanan

"Korban bertemu dengan pelaku DL, diantar oleh pelaku JK. Tersangka JK kemudian menyerahkan uang satu tas, yang dikatakan bahwa uang tersebut bernilai Rp 2 Miliar," ujar Komarudin.

Selanjutnya, kata Komarudin, korban menyerahkan uang pelancar yang sebelumnya dijanjikan sebesar Rp 100 juta secara tunai dan pelaku langsung membawanya.

Komarudin menjelaskan, setelah tas tersebut dibuka, korban mendapati bahwa nilai nominalnya tidak sesuai dengan angka Rp 2 Miliar.

Saat dilakukan pendalaman, ditemukan fakta bahwa uang tersebut bukan merupakan uang asli yang sesuai dengan pecahan Rp 100.000.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved