Satu Keluarga Tewas di Kalideres

Simpan Jenazah Ibu dalam Kamar, Dian Terpergok Kerap Menangis Saat Keluar Rumah

Anak dari satu keluarga yang tewas di Kalideres, Jakarta Barat pernah terpergok keluar rumah sambil menangis.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Istimewa
Fakta baru kembali terungkap dalam tewasnya satu keluarga di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Polda Metro Jaya mengatakan bahwa satu dari empat keluarga tersebut sudah ada yang meninggal sejak 13 Mei 2022. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Anak dari satu keluarga yang tewas di Kalideres, Jakarta Barat pernah terpergok keluar rumah sambil menangis.

Polisi mendapatkan foto-foto saat anak dari satu keluarga yang tewas di Kalideres keluar rumah sambil menangis.

Diketahui keempat orang yang ditemukan tewas dalam rumah di Kalideres terdiri dari bapak bernama Rudiyanto Gunawan (71), anak bernama Dian (42), ibu bernama Reni Margaretha Gunawan (66), dan paman bernama Budiyanto Gunawan (68).

Kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, pihaknya mendapatkan foto-foto Dian yang keluar rumah sambil menangis.

Hengki menjelaskan, dari hasil terbaru penyelidikan polisi, didapatkan bahwa ayah dan ibu di dalam rumah tersebut sudah meninggal dunia sejak Mei 2022.

Waktu meninggalnya ayah dan ibu di rumah tersebut berbeda dengan waktu meninggal ipar dan anak yang diketahui masih bertemu dengan pegawai kreditur di dalam rumah tersebut.

Artinya, Budiyanto dan Dian tinggal di dalam rumah tersebut dengan dua jenazah selama berbulan-bulan.

Selama berbulan-bulan itu kata Hengki, ada saksi yang mendapatkan perilaku janggal Dian. Di luar rumahnya, Dian terlihat sedang menangis.

“Dia keluar sambil nangis jadi foto fotonya ada, posisi dia sambil nangis,” ucap Hengki di Polda Metro Jaya, Senin (21/11/2022).

Selain itu kata Hengki, dari saksi mata yang merupakan pegawai kreditur juga menjelaskan bahwa Dian juga sempat menangis saat melihat jasad ibunya yang sudah membengkak di atas tempat tidur.

Baca juga: Seluruh Bohlam di Rumah Satu Keluarga Tewas di Kalideres Sudah Dicopot Sejak Oktober

Ketika itu, petugas kreditur bertanya kepada Dian kenapa jasad ibunya tidak dikubur atau kremasi padahal sudah lama meninggal dunia.

Namun, mendengar pertanyaan dua saksi tersebut, Dian bersikeras bahwa ibunya masih hidup dan masih ia sisir serta beri susu.

Saat mengatakan ibunya masih hidup, Dian juga terlihat menangis.

Hal inilah kata Hengki yang nantinya hanya bisa dijelaskan oleh psikologi forensik. Maka pihak penyidik meminta bantuan pakar psikologi forensik terkait dengan perilaku ganjil Dian di saat ibunya sudah tidak bernyawa dan tetap dibiarkan di dalam kamar selama berbulan-bulan.

“Saat di rumah, Dian berkata loh ibu saya belum meninggal ini, tiap hari dia mengaku kasih susu dan menyisir ibunya, tapi kalau keluar rumah dia sambil nangis,” jelas Hengki.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved