Rusuh Arema Persebaya

Tuntut Kejelasan, Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Kembali Datangi Bareskrim Polri

Rombongan penyintas dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan kembali mendatangi Bareskrim Polri untuk menuntut kejelasan laporan yang telah dilayangkan.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Junianto Hamonangan
Wartakotalive/Ramadhan LQ
Rombongan penyintas dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan kembali mendatangi Bareskrim Polri untuk menuntut kejelasan laporan yang telah dilayangkan. (Ilustrasi) 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Rombongan penyintas dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan kembali mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2022) pagi.

Pendamping hukum Tim Gabungan Aremania (TGA), Anjar Nawan Yusky menuturkan, kedatangan ke Bareskrim hari ini untuk meminta kejelasan atas laporan polisi (LP) yang dilayangkan mereka pada Jumat (18/11/2022) lalu.

"Hari ini, kami bersama penyintas dan keluarga korban kembali mengunjungi Bareskrim Mabes Polri dalam rangka menindaklanjuti laporan polisi yang telah kami ajukan Jumat kemarin," ujar Anjar kepada wartawan, Senin (21/11/2022).

Baca juga: Bareskrim Polri Disebut Berjanji akan Terbitkan LP Tragedi Kanjuruhan pada Senin Lusa

Pada Sabtu (19/11/2022) lalu, mereka telah kembali menyambangi Mabes Polri. Namun, masih belum ada kejelasan atas laporan yang dilayangkan itu.

Pihaknya dijanjikan oleh pihak kepolisian bahwa Senin hari ini akan ada kejelasan soal laporan tersebut sekira pukul 09.00 WIB.

"Untuk itu kami sekarang datang untuk menanyakan dan memastikan kejelasan bahwa laporan kami diterima. Harusnya nanti kami keluar sudah bawa surat tanda terima laporan," imbuhnya.

Pihaknya juga akan melakukan pengaduan di Divisi Propam Polri atas dugaan pelanggaran disiplin serta kode etik anggota Polri dalam pengamanan pertandingan Liga 1 antara Arema FC versus Persebaya Surabaya.

Baca juga: Aremania & Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Gelar Aksi di Mabes Polri, Semua karena Gas Air Mata

Usai laga itu, nyawa ratusan orang melayang akibat tragedi tersebut dipicu gas air mata yang ditembakkan polisi.

"Kalau di Propam pengaduannya terkait pelanggaran disiplin dan kode etik pengamanan," kata dia.

Saat dikonfirmasi kembali, Anjar menyebut pihaknya masih berada di Mabes Polri. "Masih di ruang rapat konsul," tuturnya. (m31)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved