Berita Regional

Pupuk Kian Langka dan Mahal, Petani Minta Ketua KPK Turun Tangan Berantas Mafia Pupuk

Pupuk subsidi yang seharusnya didistribusikan berdasarkan ketentuan area lokasi justru dijual ke daerah lain

Editor: Feryanto Hadi
YouTube@Sekteratriat Presiden
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri diminta untuk memberantas praktik mafia pupuk 

WARTAKOTALIVE.COM-- Berlarutnya masalah kelangkaan pupuk subsidi serta mahalnya pupuk non-subsidi bikin petani terus bersuara. 

Kali ini suara itu datang dari sekumpulan petani di Kecamatan Jambesari Darus Solah Kabupaten Bondowoso.

Mereka minta perhatian khusus aparat berwenang hingga Ketua KPK, Firli Bahuri, agar turun langsung mengusut masalah yang dihadapi petani

"Sudah sebulan lebih keadaan begini, tidak ada solusi, maka kami ingin mengadu langsung ke Ketua KPK ini ada apa sebenarnya," kata koordinator petani M. Syamsul Arifin melalui keterangan persnya, Sabtu (19/11/2022)

Menurutnya, banyak petani yang mengendus indikasi permainan mafia di balik pengelolaan pupuk subsidi. 

Baca juga: Mahfud MD Singgung Mafia Tambang, PB KAMI Desak Kementerian ESDM Cek Kembali Izin Perusahaan Tambang

Indikasi tersebut antara lain dibuktikan dengan temuan beberapa kasus di kalangan petani

"Ada yang terdaftar (e-RDKK) tapi pas jatahnya mau diambil katanya sudah diambil, terus banyak yang namanya dicatut dan tercatat sudah menerima padahal orangnya tidak tahu, kan aneh," ungkapnya. 

Baca juga: Komisi IV DPR RI Tegaskan Permentan 10/2022 Bukan Hapus Pupuk Subsidi Tapi Lindungi Petani

Petani di Bondowoso mengeluhkan kelangkaan pupuk
Petani di Bondowoso mengeluhkan kelangkaan pupuk (ist)

Kecurigaan petani semakin diperkuat dengan peristiwa tertangkapnya distributor pupuk karena menjual tidak sesuai lokasi peruntukan. 

Pupuk subsidi yang seharusnya didistribusikan berdasarkan ketentuan area lokasi justru dijual ke daerah lain, sehingga banyak daftar penerima kehilangan jatah. 

"Ini tidak mungkin pemain kecil, karena bukan lagi antar kecamatan sudah antar daerah, dan masalahnya berlarut-larut juga," ucap Syamsul. 

Atas dasar itu, ia bersama petani lain berinisiatif mengadukan keresahannya kepada ketua KPK.

Ini dilakukan karena pihaknya menilai Firli berani dan tanpa pandang bulu menangkap koruptor. 

"Mohon Pak Firli usut ini, petani sengsara karena ulah koruptor dan mafia," harapnya.

Komisi IV DPR RI jelaskan soal Permentan 10/2022

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved