Aksi Terorisme

Polda Lampung Ciduk Tiga Teroris JI, Pernah Bahas Galang Dana Aksi Jihad Global di Suriah

Ramadhan menjelaskan, ketiga tersangka yang ditangkap itu diduga terafiliasi dengan terorisme Jamaah Islamiyah (JI).

Editor: Yaspen Martinus
Kompas.com
Ilustrasi: Polda Lampung meringkus tiga orang di Lampung, yang diduga terkait tindak pidana terorisme, pada Rabu (9/11/2022) hingga Jumat (11/11/2022) pekan lalu. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Polda Lampung meringkus tiga orang di Lampung, yang diduga terkait tindak pidana terorisme, pada Rabu (9/11/2022) hingga Jumat (11/11/2022) pekan lalu.

"Polda Lampung sudah menangkap tiga orang berinisial TY, AB, JD, terkait dengan tindak pidana terorisme di wilayah Lampung," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers virtual, Jumat (18/11/2022).

Ramadhan menjelaskan, ketiga tersangka yang ditangkap itu diduga terafiliasi dengan terorisme Jamaah Islamiyah (JI). Rinciannya, TY berperan sebagai koordinator JI di wilayah Lampung.

"Hasil pemeriksaan diketahui bahwa TY berperan sebagai koordinator JI wilayah Lampung dan bagian dari struktur hikmat kodimah barat JI," jelasnya.

Ramadhan menjelaskan,TY juga merupakan Wakil Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) JI Lampung periode 2015-2020. Dia juga diduga memiliki senjata api rakitan siap pakai untuk aksi teror.

"Perannya memiliki satu pucuk senjata api rakitan dan 430 butir amunisi dari tersangka JD."

Baca juga: Survei Eksperimen SMRC, Jika Ganjar Pranowo Jadi Capres KIB, Suara Golkar Naik 6 Persen

"Tahun 2019 TY bersama dengan JD memesan senajata api rakitan laras panjang," tuturnya.

Ramadhan menambahkan, terduga teroris selanjutnya merupakan AB. Dia merupakan pengganti Koordinator JI di Lampung pasca TY ditangkap oleh pihak kepolisian.

Sama halnya dengan TY, dia juga pernah menerima satu pucuk senjata jenis PCP weapon training di Lampung.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 17 November 2022: 38 Pasien Wafat, 5.264 Orang Sembuh, 7.822 Positif

Dia juga pernah melakukan pertemuan di Balako, Lampung, untuk membahas penggalangan dana aksi jihad global di Suriah.

Sedangkan tersangka JD, kata Ramadhan, adalah kemaah halaqoh binaan tersangka TY angkatan keempat tahun 2018 sampai 2020. Dia juga pernah memiliki senjata api rakitan hingga ratusan amunisi.

"Memiliki 520 butir amunisi, menjual satu pucuk senjata api rakitan dan 430 amunisi kepada TY."

Baca juga: Perempuan Terobos Iring-iringan Presiden Jokowi di Bali, Paspampres Bakal Lakukan Evaluasi

"Kemudian memiliki satu pucuk senjata api rakitan laras panjang dan satu pucuk senapan angin yang sudah dimodifikasi," bebernya.

Pasal yang disangkakan terhadap ketiga tersangka TY, AB, dan JD, yaitu pasal 17 juncto pasal 7 dan pasal 15 juncto pasal 9 UU 5/2018 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved