Pilpres 2024

Sebut Ada yang Belum Beres di Koalisi Perubahan, Rocky Gerung Bakal Diundang Ikut Rapat Tim Kecil

Willy bahkan akan mengajak Rocky ke tim kecil, agar dapat melihat dinamika secara langsung.

Editor: Yaspen Martinus
youtube Indonesia Lawyers Club
Rocky Gerung yang menyebut ada yang tidak beres dalam koalisi perubahan, sehingga deklarasi pada 10 November dibatalkan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Partai NasDem membantah koalisi perubahan gagal mencapai kesepakatan.

"Deklarasi 10 November bukan gagal, tapi belum terealisasi."

"Karena sedari awal deklarasi 10 November adalah tawaran NasDem pada PD dan PKS," kata Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya kepada wartawan, Selasa (15/11/2022).

Hal tersebut dikatakan Willy, merespons pernyataan Rocky Gerung yang menyebut ada yang tidak beres dalam koalisi tersebut, sehingga deklarasi pada 10 November dibatalkan.

Willy bahkan akan mengajak Rocky ke tim kecil, agar dapat melihat dinamika secara langsung.

"Jadi jauh dari nada-nada sumbang, nanti Rocky akan kami undang ke tim kecil untuk melihat langsung dinamika yang terjadi."

Baca juga: Bareskrim Periksa Empat Pejabat BPOM di Kasus Obat Sirop Penyebab Gangguan Ginjal Akut

"Biar Rocky semakin yakin dan sure dengan koalisi perubahan," ujarnya.

Willy mengatakan, pihaknya menghormati mekanisme yang ada di setiap parpol, baik di PKS maupun Partai Demokrat (PD).

"Di internal PD dan PKS karena harus ada musyawarah Majelis Syuro atau Majelis Tinggi," ucapnya.

Baca juga: Mau Jadi Caleg, Immanuel Ebenezer Berniat Mundur dari Jabatan Ketua Umum Ganjar Pranowo Mania

Sebelumnya dikutip dari TribunJatim, Rocky Gerung berpendapat seharusnya mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenalkan nama cawapres yang dikehendakinya, tanpa menunggu parpol koalisi.

Sebab, begitu Anies diusung NasDem maju Pilpres 2024, dia diberikan kewenangan untuk memilih cawapres sendiri.

Rocky menilai belum dilakukannya deklarasi oleh koalisi NasDem, Demokrat, dan PKS, menunjukkan 'transaksi politik' yang belum beres.

Baca juga: Relawan Prediksi PDIP Deklarasikan Ganjar Pranowo Sebagai Capres pada 10 Januari 2023

Dalam kacamata Rocky, cawapres untuk Anies masih jadi transaksi parpol.

"Padahal Anies (seharusnya) santai saja, saya mau yang itu, kenapa harus tunggu koalisi?" Ucap Rocky saat ditemui di Surabaya, Minggu (13/11/2022) malam.

Menurutnya, penegasan Partai NasDem saat mengusung Anies sebagai capres, sudah jelas memberikan kepercayaan untuk menentukan sendiri cawapres yang dikehendaki.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Indonesia 14 November 2022: 54 Pasien Meninggal, 4.188 Sembuh, 4.408 Orang Positif

"Nah, mestinya Anies yang pilih, bukan hasil koalisi lagi."

"Tetapi, karena tetap partai-partai itu ingin masing-masing mengajukan cawapresnya, ya akhirnya tertunda (deklarasinya), artinya ada hal yang belum beres," beber Rocky Gerung. (Reza Deni)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved