Polisi Tembak Polisi

Bukan Pelaku, Pakar Sebut Keterangan Saksi Justru Indikasikan Brigadir J Korban Kekerasan Seksual

Reza menuturkan, sejak awal dirinya selalu menegaskan bahwa Brigadir J atau Yosua tidak memenuhi syarat sebagai pelaku kekerasan seksual.

Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Kolase Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J dan Putri Candrawathi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Sejumlah saksi dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir J membeberkan hal-hal negatif pada diri Brigadir J semasa hidup.

Dalam persidangan, Asisten Rumah Tangga (ART) Ferdy Sambo, menyebut bahwa Yosua punya sosok tempramental dan mudah ngedumel apabila diperintah atasan.

Sedangkan Sekuriti di rumah Ferdy Sambo yakni Damianus Laba Kobam alias Damson, menyebut bahwa Yosua suka pergi ke tempat hiburan malam hingga menghabiskan belasan juta rupiah untuk berpesta

Selain itu, katanya, Brigadir J disebut merasa paling berkuasa di rumah Ferdy Sambo.

Oleh saksi lain, Yosua disebut pernah meminta dicarikan perempuan karena sudah tak cocok dengan kekasihnya, Vera Simanjuntak

Di sisi lain,  tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi juga menduga Brigadir J berkepribadian ganda sehingga meminta ke majelis hakim untuk menggalinya dari para saksi.

Baca juga: Anak Buah Ferdy Sambo Sebut Yosua Tempramental, Sok berkuasa dan Sering ke Tempat Hiburan Malam

Menanggapi itu, Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan, Brigadir Pol Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J atau Yosua) terindikasi kuat sebagai korban dari kekerasan seksual.

Hal tersebut mengacu pada informasi saksi bahwa Brigadir J pemarah atau temperamental, suka dugem, kerap minta dicarikan perempuan hingga diduga mengidap kepribadian ganda.

Demikian Pakar Psikologi Forensi Reza Indragiri Amriel dalam keterangannya kepada KOMPAS TV, Senin (14/11/2022).

“Mari gandengkan status Yosua sebagai pengidap kepribadian ganda dengan keterangan para saksi, bahwa Yosua pemarah atau temperamental, suka dugem, dan kerap minta dicarikan perempuan. Dari sifat yang terakhir itu, bisa dibayangkan Yosua seolah seorang pecandu seks,” kata Reza.

Baca juga: Brigadir Yosua di Mata Susi, Temperamental, Disuruh Suka Ngedumel

“Dengan sifat dan tindak-tanduk sedemikian rupa, justru kian kuat indikasi bahwa Yosua ini adalah korban kekerasan seksual.”

Reza menuturkan, sejak awal dirinya selalu menegaskan bahwa Brigadir J atau Yosua tidak memenuhi syarat sebagai pelaku kekerasan seksual.

Jika, narasi tentang kekerasan seksual di balik pembunuhan Brigadir J atau Yosua harus dianggap ada.

“Saya pribadi sudah katakan sejak awal kasus ini, bahwa jika narasi tentang kekerasan seksual itu harus dianggap ada, maka mengacu Teori Relasi Kuasa justru Yosua tidak memenuhi syarat sebagai pelaku,” kata Reza.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved