Lecehkan Tiga Wanita di Klinik Kecantikan, Seorang Pria di Bekasi Dilaporkan ke Polisi

Seorang pria dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota atas dugaan pelecehan seksual terhadap dua karyawan salon kecantikan dan satu asisten rumah tangga

istimewa
Seorang pria dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota atas dugaan pelecehan seksual terhadap dua karyawan salon kecantikan dan satu asisten rumah tangga. (ilustrasi) 

TRIBUNBEKASI.COM,BEKASI SELATAN - Seorang pria dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota atas dugaan pelecehan seksual terhadap dua karyawan salon kecantikan di Kota Bekasi dan seorang asisten rumah tangga (ART).

Kuasa hukum ketiga korban, Dominicus Dimas, mengatakan ketiga kliennya sudah melaporkan dugaan pelecehan seksual itu ke Polres Metro Bekasi Kota pada 4 November 2022 lalu.

Kasus dugaan pelecehan seksual ini terjadi di lokasi berbeda-beda. Salah satu di antaranya berada di salon kecantikan. Tiga korban itu berinsial KK (30) dan SD (20), serta MS (40).

"Jadi gini, sebenarnya terjadinya itu di 2021, Oktober dan ada yang November, bahkan sebelumnya korban inisial MS terjadi sebelum Oktober. Di tiga tempat berbeda," kata Dominicus Dimas, Minggu (13/11/2022).

Baca juga: Bentrok di Maluku, Dua Tewas, Rumah dan Sekolah Dibakar, Warga Diminta Tak Terpancing Isu Agama

Diungkapkan oleh Dominicus, jika ketiga korban hanya ingin membutuhkan keadilan.

Sebab pelaku diduga memiliki kedekatan dengan seorang anggota DPRD Kota Bekasi yang juga pemilik dari salon kecantikan itu karena korban mendapatkan intimidasi ketika dilakukan mediasi. 

"Sebenarnya ketiga korban itu mau melapor sejak tahun lalu, hanya mendapat intimidasi dari orang suruhan yang diduga dari anggota dewan itu, jadi anggota dewan ini tidak percaya. Karena si pelaku kemungkinan mengatakan bahwa tidak pernah. Akhirnya deadlock," katanya.

Baca juga: Pecahkan Misteri Sekeluarga Tewas di Kalideres, Tim Labfor Sita Kalender China, Struk, dan Buku

Menurut Dominicus, meski para korban sudah melapor kasus itu ke Polisi, namun dirinya merasa jika kasus itu berjalan lambat.

Sementara teman korban juga dilaporkan ke polisi terkait UU ITE dan sudah dilakukan penahanan.

"Temannya korban itu sudah jadi TSK sekarang, sedangkan kita dari 29 Agustus baru kemarin dapat kepastian bakal diperiksa itu besok Rabu. Kami merasa ada ketidakadilan," katanya.

Diungkapkan Dominicus, jika para korban merasa trauma mendalam atas kejadian ini. Sebab para korban ini mengakui jika mendapatkan intimidasi jika kasus ini tidak terbukti maka mereka diancam akan dilaporkan kembali.

"MS setiap hari menangis karena diintimidasi katanya kalau ini tidak terbukti akan dilaporkan balik. Sekarang memang terkait alat bukti itu kurang tetapi saksi 8 orang sudah mengarah pada pelaku," ujarnya.

Sementara itu pihak kepolisian Polres Metro Bekasi Kota belum memberikan keterangan terkait kasus ini. (JOS)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved