Berita Jakarta

Penyebab RUALB Digelar Penghuni Apartemen di Penjaringan Hari Ini Ditunda Hingga 19 November 2022

RUALB penghuni Apartemen Pantai Mutiara disepakati agar ditunda tujuh hari ke depan atau digelar kembali dimulai pada 19 November 2022 mendatang.

Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Sejumlah penghuni Apartemen Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara menggelar Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUALB), Sabtu (12/11/2022), namun keputusan menyatakan ditunda tujuh hari kedepan atau hingga tanggal 19 November 2022 mendatang. 

WARTAKOTALIVE.COM - Sejumlah penghuni Apartemen Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara menggelar Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUALB), Sabtu (12/11/2022).

Namun, RUALB yang digelar penghuni Apartemen Pantai Mutiara disepakati ditunda tujuh hari ke depan, atau hingga kembali dimulai pada tanggal 19 November 2022 mendatang.

Terkait tertundanya RUALB itu, dibenarkan Seorang Panitia RUALB P3SRS Apartemen Pantai Mutiara, Melanie Sidharta, melalui pesan suara via WhatsApp.

"Dalam rapat umum anggota luar biasa tersebut, kuorum yang hadir 25 persen dari syarat 50 persen kuorum, dipenuhinya kuorum dalam rapat. Oleh karena itu, rapat akan ditunda tujuh hari ke depan untuk diadakan kembali," katanya.

Baca juga: Wanita Bertato Trust Love Him Dibuang ke Got usai Dibunuh di Apartemen, Pelaku Kekasih Sendiri

Baca juga: Amerta Tunjukkan Eksistensi Bermusiknya di Single Chevron, Terilhami dari Apartemen di Melbourne

Baca juga: Rudolf Tobing Survei Sejumlah Apartemen yang Minim CCTV untuk Bunuh Icha

"Dan, dalam rapat tanggal 19 November 2022 ke depan, berapa pun jumlah pemilik, jumlah warga yang hadir, dianggap memenuhi kuorum" tambah Melanie Sidharta.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah penghuni Apartemen Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara minta pengelola agar menggelar Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUALB).

Desakan untuk melakukan RUALB ini muncul dari para penghuni pascapenyerangan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) pada September 2022 silam.

Pada Kamis (20/10/2022) sore kemarin, sejumlah penghuni apartemen langsung berkumpul di halaman untuk menggelar demo.

Mereka juga membentangkan dan memasang spanduk tuntutan di beberapa titik dalam area Apartemen Pantai Mutiara.

"Pemilik Apartemen Pantai Mutiara minta segera RUALB," kata Yusuf Rusly (68), salah seorang perwakilan warga, Kamis sore.

Puluhan penghuni apartemen lantas menyuarakan tujuh tuntutannya dalam spanduk yang mereka pasang tersebut.

Beberapa isi tuntutan misalnya terkait tidak adanya transparansi pengelolaan dana, kenaikan iuran pengelolaan lingkungan, hingga tindakan anarkis alias penyerangan oleh sekelompok orang tak dikenal.

"Warga ingin ada perubahan di apartemen ini, pengurusnya maupun pengelola," kata Yusuf.

"Sejauh ini sudah cukup perang dingin secara fisik kita pernah diserang, secara keuangan juga nggak jelas, kita mau perbaiki dengan pengurus baru dan juga dengan warga yang mau support supaya ada perubahan yang baik," tegas Yusuf.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved