Berita Tangerang

Sriwijaya Air Belum Berikan Dana Santunan kepada 27 Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat SJ-182

Kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 lalu menewaskan 62 orang penumpang, setelah 11 menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Petugas mengumpulkan kantong jenqzah korban Sriwijaya Air SJ-182 di Dermaga JICT II, Selasa (12/1/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG- Sebanyak 27 keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 belum menerima dana santunan dari pihak maskapai Sriwijaya Air.

Dana santunan sebesar Rp 1,5 miliar itu belum disalurkan kepada pihak keluarga pasca kecelakaan pada 9 Januari 2021 lalu.

Kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 lalu menewaskan 62 orang penumpang, setelah 11 menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Salah seorang keluarga korban SJ-182, Slamet Bowo Santoso mengatakan, 27 dari 62 keluarga korban tersebut meminta pertanggungjawaban dari Sriwijaya Air.

"Total keseluruhan ada 27 keluarga korban dari Sriwijaya Air ini yang belum menerima dana santunan atas musibah yang menimpa anggota keluarga kami," ujar Bowo saat diwawancarai Wartakotalive.com, Jumat (11/11/2022).

Bowo menerangkan, 27 keluarga korban tersisa tersebut meminta kepada pihak manajemen Sriwijaya Air agar menyalurkan dana santunan tanpa persyaratan apapun.

Tuntut Kejelasan, Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat SJ-182 Ngamuk di Kantor Pusat Sriwijaya Air 

Keluarga korban kecelakaan SJ-182 mendatangi di Kantor Pusat Maskapai Sriwijaya Air, Jumat (11/11/2022)
Keluarga korban kecelakaan SJ-182 mendatangi di Kantor Pusat Maskapai Sriwijaya Air, Jumat (11/11/2022) (Warta Kota/Gilbert Sem Sandro)

Paslanya, para keluarga korban SJ-182 diminta untuk menandatangani surat Release and Discharge (RnD) dalam mencairkan dana santunan.

Surat RnD tersebut berisi kesepakatan antar kedua pihak yakni ahli waris dengan pihak Sriwijaya Air. Kesepakatan ini berupa pembebasan dari ahli waris korban untuk tak lagi menuntut, meminta janji, mengklaim serta hal-hal lain berkaitan dengan kejadian kecelakaan pesawat SJ-182.

"Kami meminta agar dana santunan sesuai Undang-undang Penerbangan dibayarkan Sriwijaya Air tanpa ada perjanjian hitam di atas putih," kata dia.

"Kami tidak akan pernah akan tanda tangan perjanjuan RnD hanya untuk mengambil dana santunan itu, karena nyawa anggota keluarga kami tidak bisa dinilai dengan uang," imbuhnya.

Menururnya, alasan mereka menolak menandatangani kesepakatan itu, lantaran RnD dinilai bertentangan dengan UU Penerbangan.

Selain itu, Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, juga telah merekomendasikan agar uang santunan dititipkan melalui pengadilan atau pihak ke tiga.

"Bagi kami santunan itu menjadi kewajiban pihak maskapai karena sudah kecelakaan dan menghilangkan nyawa manusia," tuturnya.

"Jadi kami tidak mau ada urusan dengan asuransi atau apapun, karena urusannya itu hanya dengan Sriwijaya Air, sesuai pernyataan Komisi V DPR RI," terang Bowo.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved