Berita Bekasi

VIRAL Hujan Mirip Air Terjun di Stadion Wibawa Mukti, Apakah Fenomena Microbust?Begini Penjelasannya

Diduga peristiwa tersebut merupakan sebuah fenomena alam microbust atau downburst di mana angin berkecepatan tinggi

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Feryanto Hadi
ist
Tangkapan layar kejadian diduga fenomena alam downburst di Stadion Wibawa Mukti. 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTAKOTALIVE.COM, CIKARANG-- Viral video di media sosial yang memperlihatkan cucuran air bak air terjun di area Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi yang terjadi pada Selasa (8/11/2022) lalu.

Dalam narasi yang dituliskan, diduga peristiwa tersebut merupakan sebuah fenomena alam microbust atau downburst di mana angin berkecepatan tinggi hanya berada di salah satu titik tertentu, tepatnya di bawah awan cumulonimbus.

Namun, Kapolsek Cikarang Timur AKP Bambang Krisnadi mengatakan peristiwa tersebut bukan merupakan sebuah fenomena alam.

Hal tersebut berdasarkan hasil pengecekan anggota yang mendatangi langsung ke lokasi kejadian. Diduga peristiwa tersebut terjadi karena talang air yang terletak di dekat salah satu gerbang stadion patah.

Baca juga: Terekam Video Langit Bekasi Turun Air Terjun Saat Hujan Deras, Diduga Fenomena Microburst

"Disebabkan talang air atau paralon saluran air itu patah sehingga air yang seharusnya masuk ke paralon kemudian air turun dan menyemprot ke sekitarnya," kata Bambang saat dikonfirmasi, Kamis (10/11/2022).

Bambang menambahkan limpahan air itu kembali terjadi saat polisi mengecek ke lokasi tersebut.

Jarak antara talang air dan limpahan kurang lebih hanya 2-3 meter saja. Sedangkan durasi kejadian hanya terjadi selama 3 menit.

"Kalau yang di Stadion Wibawa Mukti itu bukan fenomena alam, tetapi karena talang air yang patah. Kebetulan pada saat tadi kami melakukan pengecekan juga hujan, pas hujan, peristiwanya sama terjadi lagi seperti yang di video," ujar Bambang. 

Penjelasan soal Microburst 

Diketahui Microburst adalah sebuah downdraft atau angin yang menghempas ke bawah atau gaya ke bawah dalam skala kecil dan sangat intens yang turun ke tanah.

Baca juga: Hujan Deras, Warga Bekasi Tak Bisa Saksikan Gerhana Bulan Total

Fenomena itu menyebabkan perbedaan atau penyimpangan angin yang kuat. Sebuah microburst awalnya berkembang ketika downdraft mulai meluncur ke bawah dari awan hujan.

Area yang diliputinya biasanya kurang dari 4 kilometer.

Microburst mampu menghasilkan angin lebih dari 100 mph menyebabkan kerusakan yang signifikan.

Rentang waktu terjadinya sebuah microburst adalah sekitar 5 sampai 15 menit. Fenomena Microburst ternyata sangat berbahaya bagi transportasi penerbangan.

Beberapa kecelakaan fatal pesawat terbang terjadi karena fenomena microburst ini.

Salah satu yang paling terkenal adalah jatuhnya pesawat Lockheed TriStar milik maskapai Delta Air Lines nomor penerbangan 191, sesaat sebelum mendarat di bandara internasional Dallas-Fort Worth di Texas, Amerika Serikat, 2 Agustus 1985.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved